Jatidiri Bergemuruh Lagi: Boikot Usai, PSIS dan Suporter Siap Menyala di Januari 2026

  • Bagikan

SEPAKPOJOK82.COM – Bulan Januari 2026 bukan sekadar pergantian kalender bagi PSIS Semarang. Ini adalah momen kebangkitan atmosfer, saat Stadion Jatidiri kembali dipersiapkan untuk menjadi panggung riuh sepak bola. Empat laga kandang menanti, dimulai Sabtu, 3 Januari 2026, dan kali ini rasanya berbeda: tribun tak lagi sunyi, suara suporter siap kembali mengalir.

Setelah dua tahun berada dalam senyap akibat boikot, Panser Biru dan Snex akhirnya mencabut sikap mereka. Keputusan ini datang seiring hadirnya pemilik baru PSIS Semarang, Datu Nova Fatmawati, yang resmi mengakuisisi saham mayoritas klub. Pergantian nakhoda di level manajemen menjadi titik balik, membuka kembali pintu stadion untuk suporter yang sudah lama menahan rindu.

banner 336x280

Manajemen PSIS menyambut kabar ini dengan optimisme tinggi. Laga kandang perdana di Januari dipastikan bisa dihadiri penonton, sekaligus menandai kembalinya hubungan emosional antara tim dan suporternya. Jatidiri tak lagi hanya berdiri megah, tetapi kembali bernyawa.

Baca Juga  Persita Tangerang Hancurkan Madura United 4-1, Rayco Rodriguez Borong Dua Gol

Kerinduan itu terasa nyata di kalangan Panser Biru. Dukungan tak hanya berhenti pada wacana. Sejak beberapa hari terakhir, persiapan telah dilakukan secara serius—mulai dari pembenahan bass drum, latihan chant, hingga pemantapan koordinasi di tribun.

“Teman-teman kemarin sudah mulai memperbaiki bass drum, terus latihan nyanyi kelas chant juga. Tinggal pemantangan stage saja. Intinya besok kita support total dukung PSIS,” ujar Ketua DPP Panser Biru, Kepareng Wareng, saat ditemui di kawasan Simpang Lima Semarang.

Dari sisi tim, semangat serupa juga terasa. Pelatih anyar PSIS, Jafri Sastra, tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap Stadion Jatidiri. Meski pernah menangani PSIS pada periode 2018–2019, ia baru kali ini merasakan langsung kemegahan stadion yang telah direnovasi.

“Saya melihat stadion itu luar biasa. Megah sekali. Saya terbayang bagaimana rasanya duduk di bench, berdiri di pinggir lapangan di stadion sebesar itu. Pasti luar biasa,” ucap Jafri dengan mata berbinar.

Lebih dari sekadar kandang, Jatidiri bagi Jafri adalah simbol kebersamaan. PSIS, menurutnya, bukan hanya milik klub, tetapi milik masyarakat Semarang dan Jawa Tengah. Ia pun berharap tribun kembali penuh, menyatu dengan perjuangan pemain di atas lapangan.

Januari 2026 menjadi titik awal cerita baru. Saat boikot berakhir, drum kembali ditabuh, chant kembali dilantangkan, dan PSIS Semarang bersiap melangkah dengan satu energi: tim dan suporter, kembali dalam satu barisan.

  • Bagikan