Sepakpojok82.com – Dunia sepak bola usia muda Indonesia kembali menjadi perhatian setelah insiden kontroversial yang melibatkan Fadly Alberto dalam ajang Elite Pro Academy U-20 2025/2026.
Peristiwa tersebut terjadi dalam laga antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Minggu (19/4/2026).
Dewa United Menang, Laga Berakhir Ricuh
Pertandingan berjalan ketat dan berakhir dengan kemenangan Dewa United U-20 dengan skor 2-1. Gol tim tamu dicetak Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Bhayangkara U-20 membalas melalui Aqilah Lissunah.
Namun, hasil pertandingan bukan menjadi sorotan utama. Ketegangan antar pemain usai laga berubah menjadi kericuhan di pinggir lapangan.
Situasi yang awalnya hanya adu mulut berkembang menjadi aksi kekerasan yang memicu perhatian luas publik.
Aksi Berbahaya Picu Reaksi Publik
Dalam rekaman yang beredar, seorang pemain Bhayangkara U-20 terlihat melayangkan tendangan keras bergaya “kungfu” ke arah kepala pemain Dewa United U-20.
Korban langsung terjatuh dan mendapatkan perawatan, sementara situasi semakin memanas setelah rekan setimnya bereaksi.
Insiden ini cepat viral di media sosial dan memicu kecaman. Banyak warganet kemudian mengaitkan aksi tersebut dengan Fadly Alberto.
Status Fadly Alberto Jadi Sorotan
Fadly Alberto dikenal sebagai salah satu talenta muda potensial Indonesia. Ia pernah memperkuat Timnas U-16 dan masuk dalam skuad Piala Dunia U-17 2025.
Reputasinya sebagai pemain muda berbakat membuat insiden ini menuai kritik tajam. Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sportivitas dalam sepak bola.
Tak lama setelah video viral, akun media sosial Fadly diketahui membatasi interaksi dengan menutup kolom komentar. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari yang bersangkutan.
PSSI dan Komdis Disorot
Publik kini menunggu langkah tegas dari PSSI, khususnya melalui Komite Disiplin (Komdis).
Dalam regulasi sepak bola, tindakan kekerasan seperti ini berpotensi mendapat sanksi berat, mulai dari larangan bermain hingga hukuman lebih tegas.
Selain itu, Bhayangkara FC juga diperkirakan akan melakukan evaluasi internal terhadap pemainnya.
Pentingnya Pembinaan Karakter Pemain Muda
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi dalam sepak bola, terutama di level usia muda.
Pembinaan tidak hanya soal teknik dan taktik, tetapi juga karakter serta sportivitas pemain. Tanpa penanganan serius, insiden serupa berisiko terulang dan merusak masa depan kompetisi pembinaan.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari klub maupun federasi. Publik menanti langkah konkret untuk menjaga integritas Elite Pro Academy U-20 sebagai fondasi lahirnya talenta masa depan Indonesia.












