Pukul Wasit di Arsyila Cup, Dua Pemain Sakha FC Kalilangkap Disanksi Larangan Bermain Setahun

  • Bagikan
Komdis PSSI Brebes jatuhkan sanksi larangan bermain 1 tahun bagi dua pemain Sakha FC Kalilangkap usai terbukti pukul wasit di Lapangan Asri Bumiayu.(Foto: Istimewa)

SEPAKPOJOK82.COM – Komite Disiplin PSSI Brebes resmi menjatuhkan sanksi berat kepada dua pemain Sakha FC Kalilangkap menyusul insiden kekerasan terhadap pengadil lapangan dalam laga melawan Ceisya Jaya Farm FC. Keputusan ini diambil setelah digelarnya rapat internal pada Minggu (10/5/2026) sebagai respons atas tindakan agresif yang mencoreng nilai fair play.

Insiden memalukan tersebut terjadi pada Selasa (6/5/2026) di Lapangan Asri Bumiayu dalam ajang Arsyila Cup 2026.

banner 336x280

Kronologi Penyerangan Wasit

Ketua PSSI Brebes, Heri Fitriansyah, menjelaskan bahwa kericuhan dipicu oleh ketidakpuasan pemain terhadap keputusan wasit yang memberikan penalti bagi Ceisya Jaya Farm pada menit ke-54. Berdasarkan bukti rekaman video, aksi kekerasan tersebut melibatkan dua pemain utama:

  • Aksi Kapten Tim: Eka Encek, kapten Sakha FC, terbukti melakukan intimidasi hingga memukul wajah wasit.

  • Kekerasan Berlanjut: Pemain lain bernama Alvin kedapatan melakukan tendangan berulang ke tubuh wasit disertai makian kasar.

  • Pelanggaran Disiplin: PSSI Brebes menegaskan bahwa tindakan penyerangan ini adalah pelanggaran berat terhadap sportivitas.

Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh

Sebagai konsekuensi dari tindakan tersebut, kedua pemain dijatuhi sanksi larangan bermain selama satu tahun. Selain sanksi pemain, PSSI Brebes juga melakukan langkah-langkah evaluasi sebagai berikut:

  • Teguran Penyelenggara: Ofisial penyelenggara Arsyila Cup 2026 mendapatkan teguran keras terkait sistem pengamanan pertandingan.

  • Pembinaan Perangkat: Wasit yang memimpin laga tersebut untuk sementara diberhentikan dari tugasnya guna menjalani evaluasi internal.

Komitmen Sportivitas Daerah

Pihak PSSI Brebes berharap sanksi tegas ini menjadi peringatan keras bagi seluruh klub dan pelaku sepak bola di wilayah Kabupaten Brebes. Heri Fitriansyah menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati perangkat pertandingan demi kemajuan sepak bola daerah agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. (RED/BRB)

Baca Juga  Tunas Muda Cup 2026 Segera Bergulir, Ajang Unjuk Bakat Pemain Muda
  • Bagikan