BANDUNG – Ambisi Persib Bandung untuk memahat sejarah emas di sepak bola Indonesia kini berada di ambang kenyataan. Maung Bandung bukan hanya sekadar mengincar trofi, melainkan sedang menatap sebuah rekor prestisius yang mungkin tak akan tersentuh klub lain dalam dua dekade ke depan: Hatrick Juara Indonesia.
Setelah sukses mengamankan gelar juara di musim 2023/2024 dan 2024/2025, kini di musim Super League 2025/2026, anak asuh Bojan Hodak tinggal selangkah lagi untuk mencetak tiga gelar beruntun sekaligus mengoleksi bintang kelima di atas logo mereka.
Dominasi Tanpa Lawan: Mengunci Gelar di Tanah Daeng?
Pertanyaan besar yang kini menghantui jagat sepak bola tanah air adalah: Di mana Persib akan berpesta?
Melihat peta persaingan di klasemen saat ini, di mana Persib Bandung kian kokoh di puncak dengan 75 poin, skenario mengunci gelar juara di pekan-pekan terakhir menjadi sangat terbuka. Salah satu laga krusial yang diprediksi menjadi saksi bisu sejarah ini adalah lawatan Persib ke markas PSM Makassar.
Jika konsistensi Marc Klok dkk terjaga, bukan tidak mungkin Stadion Gelora B.J. Habibie atau markas baru PSM akan menjadi panggung di mana “Bintang Ke-5” resmi disematkan. Menaklukkan Makassar untuk mengunci gelar tentu akan menjadi catatan epik dalam buku sejarah klub.
Misi Sulit yang Akan Bertahan 20 Tahun
Jika Persib berhasil meraih hatrick juara (tiga musim berturut-turut), ini akan menjadi pencapaian luar biasa di era sepak bola modern Indonesia yang dikenal sangat kompetitif dan dinamis. Secara statistik, butuh stabilitas finansial, kedalaman skuad, dan manajemen teknis yang luar biasa untuk menjaga performa di level tertinggi selama tiga tahun tanpa jeda.
Para pengamat meyakini, jika rekor ini pecah, klub-klub lain di Indonesia mungkin akan membutuhkan waktu hingga 20 tahun ke depan untuk bisa menyamai torehan serupa. Mempertahankan gelar satu kali saja sulit, apalagi mengukir three-peat.
Gelar Ke-5: Menegaskan Status Raja
Hingga saat ini, koleksi gelar kasta tertinggi Persib Bandung (sejak era Liga Indonesia 1994) terus bertambah. Gelar di musim 2025/2026 ini akan menjadi trofi ke-5 bagi Maung Bandung di era profesional (tidak menghitung koleksi era Perserikatan).
Angka 5 bukan sekadar statistik, melainkan simbol supremasi. Bojan Hodak telah membangun fondasi yang begitu kuat sehingga Persib bukan lagi tim yang “hangat-hangat tahi ayam”, melainkan mesin pemenang yang konsisten.
Mampukah Maung Bandung Menuntaskannya?
Dukungan penuh Bobotoh dan tren positif yang belum terpatahkan—termasuk rekor tak terkalahkan lawan rival abadi—menjadi bahan bakar utama. Namun, bermain di Makassar selalu memberikan tantangan tersendiri. Pasukan Ramang dikenal memiliki semangat juang tinggi jika bermain di kandang.
Layak dinantikan, apakah sejarah akan tercipta di tanah Sulawesi, ataukah drama perburuan gelar ini akan berlanjut hingga pekan pamungkas? Satu yang pasti, Persib Bandung sedang berada di jalur yang tepat untuk menjadi klub paling dominan dalam sejarah sepak bola modern Indonesia.









