JAKARTA – Arus desakan suporter agar pemain diaspora dipantau terus menguat. Namun di tengah riuh itu, ada satu nama dari kompetisi strata kedua yang diam-diam mengetuk pintu Timnas Indonesia.
Pelatih anyar Garuda, John Herdman, memang dikenal menyukai pemain dengan jam terbang internasional. Beberapa waktu lalu, ia bahkan terbang ke Eropa untuk menemui sejumlah diaspora. Tapi Herdman bukan tipe pelatih yang tebang pilih.
Faktanya, ia juga hadir langsung memantau laga Pegadaian Championship, termasuk duel Garudayaksa kontra Persekat Tegal, Sabtu (11/2). Sinyalnya jelas: pintu Timnas Indonesia tetap terbuka bagi talenta lokal, tak peduli datang dari kasta mana.
Ramadhan, Winger Tajam yang Bikin Liga 2 Bergetar
Jika berbicara soal pemain yang layak masuk radar, nama Ramadhan mencuat ke permukaan. Winger milik FC Bekasi City itu bukan sekadar pelengkap di Liga 2.
Ramadhan saat ini bertengger di posisi 11 daftar top skor dengan koleksi sembilan gol dari 18 pertandingan. Catatan yang impresif untuk pemain berposisi sayap.
Yang lebih menarik, ia menjadi satu-satunya pemain lokal di jajaran atas daftar pencetak gol. Nama-nama lain didominasi pemain asing. Artinya, produktivitas Ramadhan bukan kebetulan—ini konsistensi.
Quattrick dan Ledakan 7-0
Sorotan semakin tajam ketika Ramadhan mencetak quattrick saat Bekasi City membantai Sriwijaya FC dengan skor telak 7-0 pada pekan ke-16 Championship, Jumat (16/1).
Empat gol dalam satu laga bukan sekadar statistik. Itu adalah pesan.
Berkat performa tersebut, Ramadhan dinobatkan sebagai Player of The Week dan masuk Best XI pekan ke-16 Pegadaian Championship.
Momentum untuk Talenta Lokal
Dalam perspektif Sepak Pojok 82, ini momentum penting. Selama ini wacana Timnas Indonesia kerap berpusat pada diaspora dan pemain luar negeri. Padahal, kompetisi domestik masih menyimpan bara talenta.
Herdman sudah memberi sinyal dengan turun langsung ke Liga 2. Kini pertanyaannya: apakah Ramadhan akan benar-benar mendapat panggilan saat daftar pemain Timnas Indonesia berikutnya dirilis?
Sepak bola tak mengenal kasta saat berbicara soal kualitas. Jika konsisten, tajam, dan mampu memberi dampak, tak ada alasan untuk menutup mata.
Garuda butuh pemain lapar dan produktif. Dan Ramadhan sedang menunjukkan itu.













