JOK82 – Kabar mengejutkan berhembus kencang di jagat sepak bola nasional. Bos PSM Makassar, Sadikin Aksa, disebut-sebut masuk dalam pusaran isu akuisisi Sriwijaya FC, klub legendaris berjuluk Elang Andalas yang saat ini masih berjuang keluar dari tekanan di Pegadaian Championship 2025/2026.
Isu ini mencuat usai digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) di Jakarta, Senin (15/12/2025). RUPS tersebut langsung memantik spekulasi di kalangan suporter dan pecinta Sriwijaya FC, terlebih menyangkut arah masa depan klub kebanggaan Sumatera Selatan itu.
Sekretaris Perusahaan PT SOM, Faisal Mursyid, SH, membenarkan adanya agenda RUPS di Jakarta. Namun, saat dikonfirmasi, ia memilih irit bicara ketika disinggung soal isu akuisisi Sriwijaya FC yang menyeret nama Sadikin Aksa.
“Konsolidasi saja. Itu bukan ranah saya. Intinya kemarin itu RUPS PT SOM, pertama agendanya konsolidasi. Mengenai hal-hal lain yang terkait isu yang berkembang, itu bukan wilayah saya untuk mengomentarinya,” ujar Faisal.
Faisal yang juga menjabat sebagai Ketua LOC/Panpel laga kandang Sriwijaya FC Pegadaian Championship 2025/2026 serta Ketua Komite Organisasi Asprov PSSI Sumsel menegaskan fokus pembahasan RUPS masih seputar internal perusahaan.
Meski belum ada pernyataan resmi, isu tersebut semakin liar setelah akun media sosial SFC_Talks ikut mengaitkan nama Sadikin Aksa dalam dinamika yang terjadi di tubuh manajemen Sriwijaya FC.
Sadikin Aksa sendiri bukan figur sembarangan di sepak bola Indonesia. Pengusaha asal Makassar itu dikenal sebagai Direktur Utama sekaligus pemilik PSM Makassar, sosok kunci di balik kebangkitan Juku Eja, termasuk keberhasilan menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.
Munculnya nama Sadikin Aksa memunculkan banyak tanda tanya. Jika isu akuisisi benar terjadi, ke mana arah Sriwijaya FC akan dibawa? Akankah Elang Andalas tetap berpijak di Sumatera Selatan, atau justru memasuki babak baru dengan wajah berbeda?
Di tengah ketidakpastian, satu harapan tetap menggema dari publik Sumsel: Sriwijaya FC tetap berada di tanahnya sendiri, bangkit, dan kembali terbang tinggi seperti Elang Andalas. Waktu dan keputusan manajemen akan menjadi penentu, apakah isu ini sekadar angin lalu atau benar-benar menjadi awal perubahan besar bagi klub kebanggaan Wong Kito.(EBP)
