JAKARTA – Kebersamaan penyerang sayap asal Brasil, Allano Lima, bersama Persija Jakarta akhirnya resmi menemui titik akhir. Pemain lincah berusia 31 tahun tersebut memastikan tidak akan lagi mengenakan jersi kebesaran Macan Kemayoran untuk mengarungi kompetisi musim depan.
Perpisahan ini berjalan sangat emosional bagi kedua belah pihak. Allano mengaku meninggalkan ibu kota dengan perasaan campur aduk setelah melewati satu musim yang luar biasa.
Melalui akun media sosial pribadinya, Allano menyebut kesempatan membela Persija Jakarta sebagai salah satu pengalaman paling berharga dalam karier sepak bola profesionalnya.
“Saya harus menulis salah satu perpisahan tersulit dalam karier saya. Mengenakan seragam Persija Jakarta merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang akan selalu saya simpan di hati selamanya,” tulis Allano Lima dalam unggahan emosionalnya.
Catatan Statistik Apik Allano Lima di Skuad Macan Kemayoran
Keputusan hengkang ini langsung menyita perhatian publik sepak bola tanah air. Pasalnya, Allano Lima merupakan salah satu pilar asing yang memberikan kontribusi masif bagi Persija Jakarta sepanjang musim kompetisi 2025/2026.
Allano tampil sangat produktif dengan mencatatkan 29 penampilan di kasta tertinggi Super League. Sepanjang musim, pemain bernomor punggung andalan ini sukses menggelontorkan sembilan gol serta menyumbang sembilan assist berkelas untuk lini serang Macan Kemayoran.
Meskipun hanya menghabiskan waktu singkat selama satu musim di Jakarta, Allano mengaku sudah terlanjur memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan klub, terutama kelompok suporter fanatik Persija, Jakmania.
“Sejak hari pertama, saya merasakan semangat dan cinta tanpa syarat yang kalian, para suporter, berikan di setiap pertandingan. Tanpa diragukan lagi, kalian adalah jiwa dari klub ini,” tambah mantan pemain Goias tersebut.
Penyesalan Terbesar Allano Lima untuk Jakmania
Di balik salam perpisahannya, Allano juga menyelipkan rasa sesal mendalam karena belum mampu mempersembahkan trofi juara yang menjadi impian besar Persija dan Jakmania. Faktor takdir yang belum berpihak membuat perjalanannya di ibu kota berakhir tanpa gelar.
“Percayalah ketika saya mengatakan bahwa saya selalu memberikan yang terbaik, berjuang dan berkeringat untuk seragam ini hingga detik terakhir, meskipun takdir belum mengizinkan kita mengangkat trofi yang sangat kita impikan,” tandasnya.
Meski kebersamaan singkat ini resmi berakhir, Allano Lima sukses meninggalkan jejak emas di Jakarta lewat kontribusi gol, umpan matang, serta dedikasi tinggi yang ia tunjukkan di atas lapangan hijau. Jakmania tentu akan selalu mengingat determinasi penyerang sayap ini sebagai salah satu petarung asing terbaik musim lalu.
