SEPAKPOJOK82.COM — John Herdman langsung mengirim sinyal kuat sejak hari pertama. Dalam konferensi pers perdananya sebagai pelatih Timnas Indonesia, Selasa (13/1/2026) pagi, juru taktik asal Inggris itu menegaskan bahwa memahami budaya dan membangun koneksi emosional dengan masyarakat serta suporter adalah fondasi utama dalam perjalanannya membawa Garuda terbang lebih tinggi, hingga Piala Dunia 2030.
Bagi Herdman, adaptasi budaya bukan sekadar formalitas atau proses tambahan. Itu adalah bagian inti dari kehidupan dan filosofi kepelatihan yang ia pegang teguh sepanjang kariernya.
“Pengalaman beradaptasi dengan budaya yang berbeda, baik budaya sepak bola maupun budaya sosial, adalah bagian dari memahami sebuah negara. Anda harus benar-benar merasakan negaranya, baru bisa memahaminya,” ujar Herdman dengan nada yakin.
Budaya Jadi Titik Awal Proyek Timnas Indonesia
Pelatih berusia 50 tahun itu menilai, membangun tim nasional yang kuat tak bisa dimulai dari taktik semata. Seorang pelatih, menurut Herdman, harus lebih dulu “menghirup” budaya tempat ia bekerja—merasakan denyut kehidupan masyarakat, memahami karakter suporter, hingga menyelami nilai-nilai lokal yang hidup di sekitarnya.
Pendekatan ini bukan hal baru bagi Herdman. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal kariernya, ia selalu membawa keluarganya untuk tinggal dan berbaur langsung dengan kehidupan di negara yang ia latih. Cara itu diyakini menjadi kunci dalam membangun ikatan emosional yang kuat, baik dengan pemain maupun publik sepak bola setempat.
Herdman: Indonesia Sudah Siap Naik Level
Tak hanya bicara filosofi, Herdman juga menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan sepak bola nasional. Menurutnya, Indonesia sudah memiliki semua modal penting untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.
“Negara ini siap, tidak ada alasan. Pemain berkualitas ada, ada kemampuan, ada liga yang profesional. Ini saatnya,” tegas Herdman.
Ia menyoroti kualitas pemain Timnas Indonesia yang terus meningkat, ditopang oleh kompetisi liga domestik yang menunjukkan perkembangan positif dari waktu ke waktu. Bagi Herdman, tantangan berikutnya adalah menyatukan seluruh potensi tersebut dalam satu visi besar.
Apresiasi untuk Erick Thohir dan PSSI
Dalam kesempatan yang sama, John Herdman secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menilai dukungan penuh dari federasi menjadi faktor krusial dalam membangun fondasi kuat Timnas Indonesia menuju target jangka panjang.
“Terima kasih Pak Erick atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk melatih Timnas Indonesia,” ucap Herdman.
Dengan pendekatan budaya, optimisme tinggi, serta dukungan penuh federasi, era baru Timnas Indonesia di bawah John Herdman pun resmi dimulai. Jalan menuju Piala Dunia 2030 memang panjang, tetapi bagi Herdman, langkah pertama sudah diambil: memahami Indonesia, dari luar dan dari dalam













