SEPAKPOJOK82.COM – Persaingan papan atas Super League 2025/2026 kian memanas. Jarak poin yang ketat membuat setiap laga bernilai krusial, terutama bagi tim-tim yang berusaha menembus dominasi klub bermodal besar. Di tengah situasi itu, Persita Tangerang tampil sebagai pengecualian yang menolak tersisih dari perburuan.
Hingga pekan ke-17, Pendekar Cisadane bertengger di posisi kelima klasemen sementara. Persita hanya terpaut tipis dari barisan elite yang dihuni Persib Bandung di puncak, disusul Borneo FC, Persija Jakarta, dan Malut United di peringkat dua hingga empat.
Dengan selisih poin yang masih rapat, satu hasil minor saja bisa mengubah peta persaingan. Inilah yang membuat setiap pertandingan menjadi penentu arah langkah menuju tangga juara Super League musim ini.
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, tak menutup mata terhadap realitas persaingan. Pelatih asal Spanyol itu secara jujur mengakui bahwa kekuatan finansial timnya belum sebanding dengan klub-klub papan atas lainnya.
“Saya pikir ada empat klub yang memiliki bujet lebih besar daripada kami,” ujar Pena, dikutip dari laman resmi klub.
Meski demikian, Pena menegaskan Persita tidak datang sebagai penggembira. Dengan pendekatan rendah hati namun penuh determinasi, ia memastikan timnya tetap memelihara ambisi besar.
“Semua laga sama pentingnya. Kami adalah tim yang rendah hati, tetapi memiliki target yang ambisius,” tegasnya.
Bagi Pena, perbedaan bujet bukan alasan untuk menyerah sebelum bertanding. Fokus Persita, menurutnya, adalah melangkah dari satu laga ke laga berikutnya dengan konsistensi dan kerja keras sebagai senjata utama.
“Kami akan fokus satu demi satu pertandingan. Saya senang dengan apa yang ditunjukkan para pemain,” katanya menambahkan.
Di tengah ketatnya persaingan Super League 2025/2026, Persita Tangerang perlahan menjelma sebagai ancaman nyata. Tanpa gemerlap bujet besar, Pendekar Cisadane membuktikan bahwa ambisi, disiplin, dan kolektivitas masih bisa menjadi pembeda di papan atas klasemen.
