JAKARTA – Pertandingan tandang akan dijalani Persija Jakarta saat menghadapi Malut United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Selasa (24/2/2026), bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menyimpan makna emosional bagi bek kiri Macan Kemayoran, Shayne Pattynama.
Bagi Shayne, pertandingan ini menjadi pengalaman pertama menginjakkan kaki di Maluku, tanah leluhur dari garis keturunan ayahnya. Meski ayahnya lahir di Semarang, darah Maluku tetap mengalir dalam dirinya.
“Iya, tentu saja. Ayah saya lahir di Semarang. Namun, darah saya lebih condong ke sana. Tapi, di sisi lain saya juga punya darah Maluku,” ujar Shayne.
Fokus Menang, Bukan Sekadar Nostalgia
Kendati laga ini sarat nuansa personal, pemain berusia 27 tahun itu menegaskan fokus utamanya tetap membawa Persija meraih kemenangan. Ia ingin melanjutkan tren positif tim di papan atas klasemen.
“Yang terpenting adalah untuk bermain dan menang. Tetapi, juga menyenangkan untuk datang ke Maluku dan melihat tempat di sana,” tegasnya.
Persija memang membutuhkan poin penuh untuk menjaga persaingan di jalur juara Super League musim ini. Bermain di kandang Malut United jelas bukan perkara mudah, terlebih atmosfer Stadion Gelora Kie Raha dikenal cukup intimidatif bagi tim tamu.
Tambahan Tenaga di Sektor Bek Kiri
Didatangkan pada Januari 2026 dengan kontrak 2,5 musim plus opsi perpanjangan, Shayne Pattynama diproyeksikan memperkuat sektor kiri pertahanan Persija. Pengalamannya bermain di Eropa dan Thailand, termasuk bersama Buriram United, menjadi nilai tambah bagi lini belakang Macan Kemayoran.
Menit bermain yang mulai ia dapatkan dinilai sebagai langkah penting untuk mengembalikan ritme dan kebugaran bertanding. Persaingan di posisi bek kiri pun menjadi motivasi tambahan baginya untuk tampil konsisten.
Kehadiran Shayne juga memperpanjang daftar pemain Timnas Indonesia di skuad Persija, bersama nama-nama seperti Rizky Ridho dan Jordi Amat. Kombinasi pengalaman internasional dan materi pemain lokal menjadi modal penting Persija dalam memburu gelar.
Dimensi Emosional di Tanah Leluhur
Nama belakang Pattynama dikenal sebagai salah satu marga terpandang di Kepulauan Maluku. Tak heran, laga ini terasa berbeda bagi sang pemain. Ia mengaku sudah banyak mendengar cerita keluarga tentang tanah leluhurnya dan tak sabar merasakan langsung atmosfer Maluku.
Kedatangannya pun mendapat sambutan hangat dari The Jakmania, yang melihat latar belakang Shayne sebagai simbol keberagaman sekaligus pemersatu di ruang ganti Persija.
Kini, di tengah atmosfer Ternate, Shayne Pattynama punya dua misi: menuntaskan rasa penasaran akan tanah leluhur dan, yang terpenting, membawa pulang tiga poin untuk menjaga asa juara Persija Jakarta di BRI Super League 2025/2026.
