PSM Makassar Dihantam Krisis, 12 Pemain Habis Kontrak di Tengah Ancaman Degradasi

  • Bagikan
Kapten PSM Makassar Yuran Fernandes selebrasi merayakan goal - Foto : Ist

MAKASSAR – PSM Makassar menghadapi ujian berat jelang akhir Super League 2025/2026. Tim berjuluk Juku Eja itu harus berjuang di tengah tekanan ganda, mulai dari sanksi FIFA hingga potensi kehilangan sejumlah pemain kunci.

PSM Makassar kini berada dalam situasi genting. Mereka berusaha keluar dari tekanan degradasi sekaligus menjaga stabilitas tim yang mulai tergerus.

banner 336x280

PSM Makassar Terancam Degradasi

PSM Makassar menempati peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 24 poin. Mereka hanya unggul tipis dari Madura United yang berada di zona degradasi.

Selisih empat poin membuat posisi PSM belum aman. Mereka harus tampil maksimal di sisa laga untuk menghindari turun kasta.

Selain itu, performa tim juga belum stabil. PSM baru meraih lima kemenangan, sembilan hasil imbang, dan sebelas kekalahan sepanjang musim.

Baca Juga  Kegelisahan Itu Bernama Harapan Untuk Sepak Bola Indonesia

12 Pemain Segera Habis Kontrak

Di sisi lain, manajemen menghadapi persoalan besar. Sebanyak 12 pemain dipastikan akan mengakhiri kontrak pada akhir musim ini.

Kondisi ini membuat masa depan skuad menjadi tanda tanya. Terlebih, mayoritas pemain tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan tim.

Bahkan, beberapa di antaranya merupakan bagian dari skuad juara Liga 1 musim 2022/2023.

Dampak Kepergian Bernardo Tavares

Situasi semakin kompleks setelah kepergian Bernardo Tavares. Pelatih yang membawa PSM meraih gelar juara itu kini melatih Persebaya Surabaya.

Sejak ditinggalkan Tavares, PSM kehilangan sosok sentral dalam membangun tim. Banyak pemain yang sebelumnya berkembang di bawah asuhannya kini menghadapi ketidakpastian.

Baca Juga  Reuni Panas di GBLA: Ciro, David, dan Tyronne Kembali ke Bandung, Kini sebagai Lawan Persib

Selain itu, isu krisis finansial juga turut memengaruhi kondisi internal klub.

Tekanan Sanksi FIFA

PSM juga harus menghadapi sanksi dari FIFA yang dijatuhkan pada Maret 2026. Sanksi tersebut menjadi pukulan telak di tengah upaya tim memperbaiki performa.

Dengan kondisi tersebut, ruang gerak manajemen menjadi terbatas, terutama dalam menyusun strategi jangka panjang.

Misi Bertahan di Tengah Badai

Kini, PSM Makassar harus bergerak cepat. Mereka wajib mengamankan poin di setiap pertandingan untuk menjauh dari zona degradasi.

Selain itu, manajemen juga harus segera mengambil keputusan terkait masa depan para pemain yang kontraknya akan berakhir.

Jika gagal mengatasi situasi ini, PSM berisiko kehilangan kekuatan utama sekaligus terjerumus ke zona merah.

  • Bagikan