Bandung – Persib Bandung benar-benar serius menjaga momentum di putaran kedua BRI Super League 2025/26. Maung Bandung resmi memperkenalkan dua rekrutan anyar: Layvin Kurzawa, eks Paris Saint-Germain dan Timnas Prancis, serta Dion Markx, bek muda Timnas Indonesia U-23.
Langkah ini bukan sekadar tambal sulam. Persib mengirim pesan tegas: mereka ingin bersaing hingga level Asia.
Layvin Kurzawa, Dari Parc des Princes ke Stadion GBLA
Nama Layvin Kurzawa langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Bek kiri berpengalaman Eropa itu didatangkan Persib dengan status bebas transfer, setelah setengah musim tanpa klub usai membela Boavista di Liga Portugal.
Kedatangan Kurzawa bahkan menggema hingga luar negeri. Fabrizio Romano, jurnalis transfer ternama dunia, turut mengabarkan kepindahan sang pemain ke Persib melalui media sosialnya. Tak hanya itu, PSG, klub yang membesarkan nama Kurzawa, juga mengucapkan “Wilujeung Sumping” kepada sang pemain—sebuah pengakuan simbolis atas langkah besar Persib.
Namun, Persib tetap realistis. Manajemen hanya mengikat Kurzawa dengan kontrak setengah musim, disertai opsi perpanjangan.
“Tim pelatih merekomendasikan perekrutan Kurzawa untuk menambah kedalaman skuad di posisi bek kiri, sayap kiri, hingga bek tengah. Kontrak diberikan hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan sesuai evaluasi performa,” ujar Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.
Kurzawa diproyeksikan bukan hanya untuk Super League, tetapi juga sebagai senjata Persib di AFC Champions League Two.
Dion Markx, Investasi Masa Depan Maung Bandung
Tak berhenti di satu nama besar, Persib juga mengamankan Dion Markx dari klub kasta kedua Liga Belanda, TOP Oss. Bek berusia 20 tahun itu merupakan bagian dari Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025 Thailand.
Berbeda dengan Kurzawa, Dion justru diganjar kontrak jangka menengah. Persib memagari sang pemain hingga pertengahan 2028—sebuah sinyal bahwa klub sedang membangun fondasi jangka panjang.
“Coach Bojan Hodak merekomendasikan penambahan pemain di sektor pertahanan. Dion adalah pemain muda dengan pengalaman Eropa dan latar belakang Timnas,” kata Adhitia.
Menurut manajemen, perekrutan Dion adalah langkah strategis untuk menjaga konsistensi performa hingga akhir musim, sekaligus regenerasi lini belakang Persib.
Pesan Jelas Persib: Bukan Sekadar Bertahan
Kombinasi Kurzawa dan Dion Markx menunjukkan dua wajah strategi Persib: pengalaman kelas dunia dan investasi masa depan. Maung Bandung tak hanya ingin bertahan di papan atas, tetapi juga menaikkan standar—baik di kompetisi domestik maupun Asia.
Putaran kedua Super League pun dipastikan bakal lebih panas.













