JEPARA, SEPAKPOJOK 82 — Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengirim sinyal perang terbuka dalam perebutan takhta juara BRI Super League musim 2025/2026. Juru taktik asal Brasil tersebut menegaskan bahwa skuad Pesut Etam akan mengerahkan seluruh kemampuan dan bertarung habis-habisan hingga peluit akhir musim berbunyi.
Saat ini, Borneo FC tertahan di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 75 poin. Torehan angka Pesut Etam sebenarnya identik dengan milik sang pemuncak klasemen, Persib Bandung. Namun, regulasi memaksa Borneo FC mengalah di posisi kedua lantaran kalah dalam rekor pertemuan (head-to-head) dari armada Maung Bandung.
Skenario Borneo FC untuk merengkuh trofi juara menuntut konsentrasi tingkat tinggi. Skuad asal Samarinda ini wajib menyapu bersih kemenangan di dua pertandingan sisa musim, sambil berdoa agar Persib Bandung terpeleset dalam laga krusial mereka.
“Kami menyisakan dua pertandingan lagi. Kami akan berjuang keras untuk mengamankan poin penuh dari dua laga pamungkas ini,” ujar Fabio Lefundes saat berbicara kepada laman resmi liga pada Minggu (17/5).
Mengantisipasi Ledakan Persijap Jepara di Gelora Bumi Kartini
Ujian terdekat Borneo FC akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, markas Persijap Jepara, malam ini pukul 19.00 WIB. Pertandingan ini berjalan krusial karena pada waktu yang bersamaan, sang rival utama, Persib Bandung, juga sedang melakoni laga hidup-mati di kandang PSM Makassar.
Di atas kertas, posisi kedua tim bak bumi dan langit. Borneo FC nyaman di papan atas, sedangkan Laskar Kalinyamat—julukan Persijap—masih terpuruk di peringkat ke-13 dengan raihan 34 poin. Borneo FC juga mengantongi modal berharga berkat kemenangan meyakinkan 3-1 atas Persijap pada putaran pertama lalu.
Kendati demikian, Lefundes menolak jemawa. Ia memprediksi tuan rumah akan tampil tanpa beban dan siap menyulitkan langkah anak asuhnya demi menjaga gengsi di depan pendukung sendiri.
“Kami memperkirakan laga malam ini akan berjalan sangat sulit. Persijap pasti ingin menyuguhkan performa terbaik mereka saat bermain di kandang sendiri,” tutur pelatih berusia 53 tahun tersebut.
Lefundes Mengaku Lebih Termotivasi ketimbang Tertekan
Ketatnya persaingan menuju tangga juara diakui sering melahirkan tekanan psikologis bagi sebuah tim. Namun, kondisi tersebut tampaknya tidak berlaku bagi mentalitas seorang Fabio Lefundes.
Eks pelatih Madura United itu menegaskan bahwa ia dan seluruh penggawa Borneo FC sama sekali tidak merasakan ketakutan atau tekanan mental yang berlebihan menjelang laga malam ini.
“Saya tidak melihat situasi ini sebagai sebuah tekanan. Sebaliknya, saya justru merasa jauh lebih termotivasi. Momentum ini membakar motivasi kami untuk terus melanjutkan pekerjaan dan meraih hasil terbaik,” pungkas Lefundes dengan nada optimis.












