SEPAK POJOK 82 – Uang sudah keluar, nama besar sudah datang, tapi gol belum juga rutin mengalir. Manchester United kembali dipaksa bercermin, masalah di lini depan belum selesai.
Padahal, pada musim panas 2025 lalu, Setan Merah tak ragu menggelontorkan dana besar lebih dari 200 juta poundsterling untuk mendatangkan Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko. Namun memasuki paruh musim 2025/2026, hasilnya belum sepadan dengan ekspektasi.
Ironisnya, Mbeumo, yang bukan penyerang murni, justru tampil paling konsisten dalam urusan mencetak gol. Sementara Benjamin Sesko belum sanggup menjadi tumpuan utama, dan performa Joshua Zirkzee juga belum memberi jaminan.
MU Siapkan Opsi Baru
Situasi tersebut membuat MU mulai menyusun ulang rencana. Bursa transfer musim panas 2026 kini masuk radar, dengan satu misi utama, menemukan penyerang yang benar-benar bisa diandalkan.
Sejak Januari, manajemen MU disebut sudah menyusun daftar kandidat. Salah satu nama yang mencuat adalah Iliman Ndiaye, penyerang milik Everton yang tengah naik daun.
Performa Konsisten di Klub dan Timnas
Ndiaye tampil impresif bersama Everton sejak bergabung pada 2024. Musim ini, pemain berusia 25 tahun itu telah mencatatkan empat gol dan dua assist dari 19 pertandingan di semua kompetisi.
Tak hanya bersinar di level klub, Ndiaye juga mencuri perhatian di panggung internasional. Ia menjadi bagian penting Timnas Senegal saat menjuarai Piala Afrika 2025, tampil dalam 10 pertandingan dengan kontribusi dua gol dan satu assist.
Secara total, sejak berkostum Everton, Ndiaye telah terlibat langsung dalam 15 gol, catatan yang membuat namanya masuk radar klub-klub besar Eropa.
Harga Tinggi, MU Harus Sabar
Laporan TEAMtalk menyebut Manchester United sangat serius mempertimbangkan transfer Ndiaye ke Old Trafford. Namun, langkah itu nyaris mustahil dilakukan pada Januari 2026 karena keterbatasan anggaran.
Everton sendiri mematok harga sekitar 50 juta poundsterling. Angka itu bukan isapan jempol. Musim panas lalu, klub Merseyside tersebut sudah menolak tawaran Inter Milan senilai 40 juta poundsterling.
Solusi Fleksibel untuk Lini Depan
Daya tarik Ndiaye bukan hanya soal gol. Ia dikenal sebagai pemain serba bisa dapat bermain sebagai striker tengah, sayap kiri, sayap kanan, gelandang serang, second striker, hingga gelandang kiri.
Meski demikian, posisi paling efektif bagi Ndiaye tetap sebagai penyerang nomor 9, peran yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Manchester United.
Jika transfer ini terealisasi, Ndiaye hampir pasti akan diproyeksikan sebagai striker murni, mengingat inkonsistensi Sesko dan Zirkzee sepanjang musim.
MU di Persimpangan
Musim masih berjalan, tetapi arah sudah terlihat. Manchester United kembali dihadapkan pada pilihan klasik: bertahan dengan proyek lama, atau berani menekan tombol reset di lini depan.
Dan di tengah kegamangan itu, nama Iliman Ndiaye perlahan muncul sebagai jawaban yang setidaknya di atas kertas masuk akal.













