BANDUNG – Pangeran Biru siap memulai kembali petualangan mereka di panggung sepak bola Asia. Sang jawara Indonesia, Persib Bandung, akan menantang wakil tangguh Filipina, Manila Digger, pada laga play-off AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 12 Agustus 2026.
Pertemuan ini sekaligus memutar kembali memori rivalitas sengit kedua tim pada musim lalu. Bedanya, kali ini kedua klub mengusung ambisi yang jauh lebih besar untuk mengamankan tiket menuju babak utama kompetisi kasta kedua antarklub Asia tersebut.
Bentrok Dua Jawara Domestik di Bumi Pasundan
Persib Bandung menyegel satu tempat di kompetisi Asia setelah sukses menjuarai BRI Super League 2025/2026. Skuad Maung Bandung menutup musim lalu dengan torehan fantastis, yakni mengemas 79 poin dari 34 laga. Marc Klok dan kolega resmi naik podium juara berkat keunggulan rekor head-to-head atas Borneo FC yang mengoleksi jumlah poin serupa.
Namun, Persib wajib memasang kewaspadaan penuh. Manila Digger terbang ke Bandung dengan modal mentereng sebagai juara bertahan Liga Filipina.
Anak-anak asuh pelatih Li Haijun tersebut tampil sangat dominan sepanjang musim lalu dengan meraup 63 poin dari 26 laga. Mereka sukses mengemas 19 kemenangan, 6 hasil imbang, dan hanya menelan 1 kali kekalahan. Catatan impresif ini membuktikan bahwa tim tamu bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Misi Pangeran Biru Lampaui Capaian Musim Lalu
Bobotoh tentu masih ingat betul bagaimana jalannya pertemuan musim lalu. Saat itu, taktik jitu Persib sukses menjinakkan Manila Digger dengan skor ketat 2-1 di GBLA.
Gol bunuh diri Michael Asong pada menit ke-38 dan sepakan maut Uilliam Barros pada menit ke-73 mengunci kemenangan Pangeran Biru. Sementara itu, tim tamu hanya mampu membalas satu gol melalui aksi M. Joof pada menit ke-66.
Pelatih Persib menegaskan bahwa setiap musim menyajikan cerita dan tantangan yang berbeda. Manajemen menargetkan skuad musim ini bisa melangkah lebih jauh dari pencapaian musim lalu yang harus terhenti di babak 16 besar.
Meski sanksi memaksa laga ini bergulir tanpa kehadiran penonton di tribun stadion, para pemain meyakini energi positif Bobotoh tidak akan pernah luntur. Jutaan doa dan dukungan dari rumah siap mengiringi setiap aliran bola para penggawa Maung Bandung demi mengukir sejarah baru di kancah Asia.











