Maarten Paes Debut Penuh Bersama Ajax Amsterdam, Tujuh Penyelamatan Warnai Laga Kontra NEC

  • Bagikan
Marteen Paes debut Bersama Ajax Amsterdam - Foto : Ist

JAKARTA – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya mencatatkan debut penuhnya bersama raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu tampil sejak menit pertama saat Ajax ditahan imbang 1-1 oleh NEC Nijmegen di Johan Cruyff Arena, Minggu dini hari WIB, dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026.

Debut tersebut langsung menghadirkan ujian serius bagi Paes. Atmosfer panas laga papan atas membuat sorotan tertuju pada performa eks FC Dallas itu di bawah mistar De Godenzonen.

banner 336x280

Ajax Unggul Lebih Dulu, NEC Membalas

Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-39 lewat aksi brilian Mika Godts. Gol tersebut sempat memberi harapan tiga poin bagi publik Amsterdam.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. NEC menyamakan kedudukan pada menit ke-57 melalui sontekan Darko Nejasmic yang tak mampu dihalau lini pertahanan Ajax.

Hasil imbang ini membuat persaingan papan atas Eredivisie semakin ketat. NEC tetap bertahan di posisi ketiga dengan 43 poin, sementara Ajax berada di peringkat keempat karena kalah selisih gol.

Baca Juga  Ole Gunnar Solskjær Buka Peluang Kembali ke Manchester United sebagai Manajer Sementara

Paes Diuji, VAR Selamatkan di Babak Pertama

Paes sebenarnya sempat kebobolan pada menit ke-24 lewat sepakan Sami Ouaissa. Beruntung bagi Ajax, VAR menganulir gol tersebut karena sang penyerang sudah berada dalam posisi offside.

Sepanjang laga, Paes menunjukkan refleks dan ketenangan yang impresif. Berdasarkan data Fotmob, ia membukukan tujuh penyelamatan krusial yang menjaga Ajax terhindar dari kekalahan di kandang sendiri.

Tak hanya sigap menghalau tembakan, Paes juga aktif membantu distribusi bola dari belakang. Ia mencatatkan 27 umpan akurat dari 51 percobaan dengan tingkat akurasi 53 persen—indikasi bahwa ia mulai menyatu dengan skema permainan Ajax.

Pesan Tegas Suporter Ajax

Di balik laga ketat tersebut, sorotan media Belanda Voetbalprimeur.nl tertuju pada aksi suporter Ajax. Publik Johan Cruyff Arena membentangkan spanduk raksasa bertuliskan:

“De naam op de rug is tijdelijk, Ajax op de borst is voor altijd!”

Baca Juga  Ujian Konsistensi Carrick: Manchester United Tantang Fulham di Old Trafford

Pesan yang berarti “Nama di punggung bersifat sementara, Ajax di dada adalah untuk selamanya!” itu menjadi penegasan bahwa identitas klub berada di atas kepentingan individu, sebuah refleksi dari dinamika sepak bola modern yang sarat transfer pemain.

Ujian Pelatih Interim

Laga ini juga menjadi momentum penting bagi pelatih interim Ajax, Fred Grim, yang tengah berupaya mengangkat performa tim ibu kota. Sementara itu, pelatih NEC, Dick Schreuder, kembali membuktikan kapasitasnya dengan membawa timnya bersaing di papan atas musim ini.

Bagi Maarten Paes, debut penuh ini bukan sekadar penampilan perdana. Tujuh penyelamatan, tekanan laga besar, serta atmosfer emosional suporter menjadi fondasi penting untuk memperkuat posisinya di bawah mistar Ajax pada laga-laga berikutnya.

Jika konsistensi mampu dijaga, bukan tak mungkin Paes akan menjadi figur sentral baru di jantung pertahanan De Godenzonen.

  • Bagikan