SEPAKPOJOK82.COM – Persib Bandung kembali bikin publik Liga 1 menoleh. Kali ini bukan nama biasa yang dikaitkan, melainkan Layvin Kurzawa. Ya, eks bek kiri Paris Saint-Germain yang pernah mondar-mandir di panggung Liga Champions Eropa kini disebut masuk radar Maung Bandung pada bursa transfer paruh musim Liga 1 2025/2026.
Isu panas ini pertama kali ditiup jurnalis Prancis, Sebastian Denis. Lewat akun X miliknya, Denis mengungkap adanya komunikasi awal antara Layvin Kurzawa dan manajemen Persib Bandung. Seketika, jagat sepak bola nasional pun riuh.
“Agen bebas, Layvin Kurzawa sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan klub Indonesia Persib Bandung. Klub ini dianggap sebagai salah satu klub terpopuler di Asia dan telah lolos ke babak 16 besar Liga Champions Asia 2,” tulis Denis.
Jika benar-benar mendarat di Bandung, transfer ini bukan cuma soal menambah pemain asing. Ini soal pesan. Persib ingin menunjukkan bahwa Liga 1 bukan lagi liga persinggahan sembarangan. Nama Kurzawa adalah simbol ambisi.
Kurzawa bukan bek kiri biasa. Ia adalah full-back modern yang terbiasa hidup di setengah lapangan lawan. Overlap agresif, naluri menyerang, dan pengalaman bermain di level tertinggi Eropa membuatnya jauh di atas rata-rata pemain di posisinya di Liga 1.
Masa keemasan Kurzawa tercatat saat membela PSG. Didatangkan dari AS Monaco pada 2015 dengan harga mahal, ia ikut menjadi bagian dari dominasi mutlak Les Parisiens di Ligue 1. Lima gelar liga dari periode 2015 hingga 2024 jadi bukti bahwa Kurzawa bukan sekadar figuran.
Menurut data Transfermarkt, nilai pasar Kurzawa pernah menyentuh angka tertinggi saat masih berkostum PSG. Per 21 Oktober 2025, banderolnya tercatat 750 ribu euro atau sekitar Rp13,04 miliar. Status bebas transfer sejak kontraknya bersama Boavista FC berakhir pada 1 Juli 2025 membuat peluang Persib kian terbuka.
Namun, di balik nama besar itu, ada catatan yang tak boleh diabaikan. Karier Kurzawa dalam beberapa musim terakhir tak berjalan mulus. Masa peminjaman di Fulham pada 2022/2023 nyaris tak meninggalkan jejak. Bersama Boavista pun, ia hanya mencatat empat penampilan.
Yang paling krusial, riwayat cedera Kurzawa cukup panjang. Robek ligamen pada Februari 2023 dan saraf terjepit pada Agustus 2018 menjadi alarm keras. Ini bukan transfer tanpa risiko.
Kini, Persib Bandung berada di persimpangan: berjudi dengan nama besar atau bermain aman dengan opsi yang lebih realistis. Jika Kurzawa bisa menjaga kebugaran, Liga 1 mungkin akan menyaksikan salah satu bek kiri paling berkelas yang pernah menginjakkan kaki di kompetisi ini. Tapi jika tidak, transfer ini bisa berubah menjadi taruhan mahal.
