Indeks

Erick Thohir Bocorkan Format Baru Piala Presiden 2026, Libatkan Lebih Banyak Daerah

  • Bagikan
Foto: Ist

SEPAKPOJOK82.COM – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membuka peluang perubahan besar pada format Piala Presiden 2026. Turnamen edisi kedelapan ini disebut tengah dikaji ulang agar lebih kompetitif sekaligus memberi dampak luas bagi ekosistem sepak bola nasional.

Pernyataan itu disampaikan Erick usai penutupan Piala Presiden 2025 di Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa pembahasan format baru masih dalam tahap pematangan bersama Steering Committee.

“Piala Presiden yang kedelapan ini sedang kita godok lagi. Kita ingin ada kontribusi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah agar sepak bola terus bergelora,” ujar Erick.

Selama ini, Piala Presiden dikenal fleksibel dalam jumlah peserta. Turnamen bisa diikuti enam hingga 20 tim, terdiri dari klub Liga 1, Liga 2, hingga partisipasi klub luar negeri. Format yang digunakan umumnya diawali fase grup, lalu berlanjut ke babak gugur mulai perempat final hingga partai puncak.

Namun, Erick memberi sinyal bahwa format tersebut berpotensi mengalami perubahan signifikan. Salah satu fokus utama adalah mendorong keterlibatan lebih besar dari level daerah, mulai dari gubernur hingga bupati, demi memperkuat fondasi sepak bola nasional.

Selain format, jadwal pelaksanaan juga masih belum dipastikan. Erick menilai kalender kompetisi tahun 2026 cukup padat, terutama dengan adanya Piala Dunia 2026 yang berpotensi memengaruhi waktu penyelenggaraan turnamen.

“Belum tahu apakah digelar Juli seperti sebelumnya, karena tahun ini kompleksitasnya tinggi dengan adanya Piala Dunia,” jelasnya.

Di sisi lain, Erick juga menyoroti dampak positif kehadiran klub luar negeri pada edisi sebelumnya. Partisipasi Oxford United dan Port FC dinilai memberi warna tersendiri sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi.

Bahkan, kedua klub tersebut disebut memiliki keinginan untuk kembali ambil bagian. Meski begitu, keputusan akhir tetap menunggu formula baru yang tengah disusun PSSI.

“Kita lihat dulu formatnya. Karena sekarang pembangunan tim nasional, Liga 1, Liga 2 juga sudah berjalan baik. Tinggal bagaimana kontribusi ke daerah bisa lebih maksimal,” tambah Erick.

Sementara itu, Ketua Steering Committee, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kesuksesan Piala Presiden tidak lepas dari kerja kolektif seluruh elemen sepak bola Indonesia.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari klub, pemain, manajemen, media, sponsor, hingga aparat keamanan.

“Dalam sepak bola tidak ada superman, yang ada super tim. Semua elemen punya peran penting dalam ekosistem yang saling mendukung,” tegasnya.

Dengan rencana perubahan format dan potensi perluasan keterlibatan daerah, Piala Presiden 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang pramusim, tetapi juga motor penggerak perkembangan sepak bola nasional secara menyeluruh.

 

  • Bagikan
Exit mobile version