Indeks

Jawab Isu “Passportgate”, Menkum dan Menpora Tegaskan Naturalisasi Timnas Sesuai Koridor Hukum

  • Bagikan
Bek kiri Timnas Indonesia, Dean James sesaat usai mengambil sumpah WNI. (c) instagram/dean11james

JAKARTA – Pemerintah akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait polemik “Passportgate” yang sempat menyeret nama sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, memastikan bahwa seluruh proses kewarganegaraan atlet diaspora berjalan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Menkum Supratman menegaskan bahwa pemerintah memiliki dasar hukum yang kuat dan saat ini tengah mengambil langkah preventif dengan menyiapkan revisi Undang-Undang Kewarganegaraan bersama DPR RI.

“Pemerintah sedang menyusun dan menyelesaikan finalisasinya. Mudah-mudahan tahun ini selesai sehingga polemik-polemik yang terjadi itu tidak akan muncul lagi,” ujar Supratman kepada wartawan di Jakarta.

Diplomasi Olahraga dan Satu Paspor

Menpora Erick Thohir menekankan bahwa Indonesia tetap konsisten menganut sistem kewarganegaraan tunggal. Hal ini sekaligus menepis isu adanya kewarganegaraan ganda di kalangan pemain Timnas.

“Aturannya sudah jelas bahwa kewarganegaraan kita memiliki satu paspor. Itu yang tetap kita anut,” tegas Erick.

Erick juga menyoroti pentingnya sport diplomacy (diplomasi olahraga) sebagai kekuatan yang mengikat hubungan antarnegara. Menurutnya, memberikan kesempatan kepada diaspora yang memiliki darah Indonesia untuk kembali mengibarkan Merah Putih adalah hal yang patut diapresiasi, sebagaimana yang terjadi pada cabang olahraga renang dengan prestasi Maesha Wall.

Target Merah Putih di Arena Dunia

Dukungan terhadap pemain naturalisasi dan diaspora disebut sebagai bagian dari instrumen strategis untuk meningkatkan prestasi Indonesia di kancah internasional. Menkum menambahkan bahwa prioritas utama Presiden dan jajaran kementerian adalah melihat bendera Merah Putih berkibar di seluruh arena dunia.

“Yang paling penting adalah Merah Putih berkibar di seluruh arena. Tujuan kita itu,” lanjut Menkum.

Rencana Uji Coba Lawan Tim Besar

Di sisi lain, Erick Thohir juga membagikan kabar positif mengenai agenda Timnas Indonesia. Ia berharap pada November 2026, setelah gelaran Piala Dunia, skuad Garuda dapat kembali melakoni laga uji coba melawan tim-tim besar dunia, serupa dengan momen bersejarah saat melawan Argentina beberapa waktu lalu.

Pemerintah berkomitmen agar fondasi Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030 tetap kokoh dengan menghormati regulasi yang ada serta merangkul kearifan lokal dalam setiap proses pengembangannya.

  • Bagikan
Exit mobile version