TANGERANG – Laskar Kalinyamat akhirnya bisa bernapas lega. Persijap Jepara resmi memastikan diri tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan setelah tampil beringas di pekan ke-32 Super League 2025/2026.
Bertamu ke markas Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena, Minggu (10/5/2026), Persijap sukses mempermalukan tuan rumah dengan skor telak 3-0 tanpa balas. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri drama ketegangan di papan bawah klasemen bagi suporter setia di Bumi Kartini.
Dominasi Laskar Kalinyamat di Indomilk Arena
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persijap menunjukkan mentalitas “ogah turun kasta”. Hasilnya, Dicky Kurniawan membuka keran gol pada menit ke-24 lewat penyelesaian dingin yang membuat publik tuan rumah terdiam.
Meski unggul satu gol, Persijap tidak mengendurkan serangan di babak kedua. Alhasil, dalam rentang waktu dua menit, jala gawang Pendekar Cisadane kembali bergetar dua kali. Sudi Abdallah menggandakan keunggulan di menit ke-72, sebelum akhirnya bek asing Carlos Franca menutup pesta gol pada menit ke-74. Skor 3-0 bertahan hingga laga usai.
Selamat dari Kejaran Persis Solo berkat Head-to-Head
Tambahan tiga poin krusial ini membawa Persijap Jepara naik ke posisi 13 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin dari 32 laga. Secara matematis, posisi mereka sudah aman dari jeratan degradasi.
Mengapa demikian? Meski penghuni zona merah, Persis Solo (posisi 16), memenangkan dua laga sisa dan menyamai perolehan 34 poin milik Persijap, Laskar Sambernyawa tetap tidak bisa menggeser posisi Persijap. Hal ini dikarenakan tim kebanggaan warga Jepara tersebut unggul secara head-to-head atas Persis Solo sepanjang musim ini.
Sementara itu, Madura United di posisi 15 dengan 32 poin (31 laga) masih harus berjuang keras, namun bagi Persijap, target utama bertahan di liga tertinggi sudah berhasil digenggam.
Ujian Nyali di Dua Laga Pamungkas
Kendati sudah mengantongi tiket aman untuk musim depan, Persijap Jepara tidak boleh langsung berlebaran. Skuad asuhan mereka tetap dituntut tampil profesional di dua sisa laga musim ini.
Pasalnya, jadwal “neraka” sudah menanti di depan mata. Persijap dijadwalkan akan melakoni partai penutup melawan dua tim kandidat kuat juara musim ini. Laga ini akan menjadi ujian nyali sekaligus ajang pembuktian bahwa Persijap layak diperhitungkan di kasta tertinggi musim depan.













