SEPAKPOJOK82.COM – Real Madrid memang berhasil memastikan diri melaju ke babak 16 besar Copa del Rey setelah menundukkan Talavera de la Reina. Namun, kemenangan tipis 3-2 atas tim divisi tiga tersebut meninggalkan “Pekerjaan Rumah” (PR) besar bagi sang pelatih, Xabi Alonso.
Bertanding di Estadio El Prado pada Kamis (18/12/2025) dini hari WIB, Los Blancos tampil mendominasi di awal laga namun kehilangan kendali di menit-menit krusial.
Dominasi Awal yang Semu
Real Madrid tampak akan menang mudah setelah unggul 2-0 di babak pertama. Kylian Mbappe membuka keunggulan, yang kemudian digandakan lewat gol bunuh diri pemain tuan rumah, Manu Farrando.
Namun, petaka mulai muncul di sepuluh menit terakhir pertandingan. Kelengahan lini belakang Madrid dimanfaatkan dengan baik oleh Nahuel Arroyo pada menit ke-80 untuk memperkecil ketertinggalan. Meski Mbappe sempat mencetak gol keduanya pada menit ke-88, Talavera kembali mencetak gol di masa injury time melalui Gonzalo Di Renzo, memaksa skor berakhir dengan selisih tipis 3-2.
Kritik Pedas Xabi Alonso: Madrid Harus Lebih Matang
Meski membawa pulang kemenangan, Xabi Alonso tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap cara timnya menutup pertandingan. Ia menyoroti kurangnya insting “membunuh” dari anak asuhnya.
“Kami kekurangan kontinuitas dan konsistensi dalam penampilan selama pertandingan. Kami harus menghabisi lawan lebih cepat karena di sepak bola, segala hal bisa terjadi. Kami harus lebih matang,” tegas Alonso dalam konferensi pers usai laga.
Evaluasi Lini Pertahanan
Kemenangan susah payah ini memicu kritik dari penggemar dan pengamat sepak bola. Kebobolan dua gol dari tim kasta bawah menjadi sinyal bahaya bagi pertahanan Madrid, terutama saat menghadapi jadwal padat di La Liga dan Liga Champions mendatang.
Statistik mencatat bahwa meski unggul secara kualitas pemain, Madrid seringkali kehilangan fokus saat lawan memberikan tekanan balik secara spradis.













