PSSI Pasang Target Piala Dunia 2030: Pelatih Timnas Wajib Tinggal di Indonesia dan Libatkan Pelatih Lokal

  • Bagikan

SEPAK POJOK 82 – PSSI benar-benar mengubah arah kebijakan dalam memilih pelatih Timnas Indonesia. Tak lagi sekadar berburu nama besar, federasi kini menancapkan target jangka panjang yang jelas membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Konsekuensinya, kriteria pelatih pun diperketat. Prestasi saja tak cukup, komitmen penuh menjadi harga mati.

Calon pelatih Timnas Indonesia diwajibkan tinggal di Indonesia, lebih banyak berada di Tanah Air dibandingkan negara asalnya, serta melibatkan pelatih lokal dalam staf kepelatihan sebagai bagian dari transfer ilmu. PSSI tak ingin lagi mengulang pola lama: pelatih datang saat agenda padat, lalu pulang ketika kompetisi berhenti.

banner 336x280

Proses seleksi sendiri disebut sudah mengerucut. Dari lima nama yang sempat masuk daftar incaran, empat pelatih memenuhi undangan wawancara di Eropa. Setelah melalui rangkaian diskusi dan evaluasi mendalam, PSSI kini mengantongi dua kandidat yang dinilai paling mendekati kebutuhan proyek Timnas, baik untuk jangka pendek maupun visi besar menuju Piala Dunia 2030.

Baca Juga  Jawab Isu "Passportgate", Menkum dan Menpora Tegaskan Naturalisasi Timnas Sesuai Koridor Hukum

Pengerucutan itu tak hanya berdasar CV dan trofi. Federasi mengevaluasi filosofi bermain, metode kerja, hingga keseriusan kandidat membangun fondasi sepak bola Indonesia secara berkelanjutan. PSSI menilai, kegagalan masa lalu salah satunya disebabkan minimnya kehadiran dan keterlibatan pelatih asing dalam keseharian sepak bola nasional.

Salah satu syarat utama yang ditegaskan adalah soal totalitas kehadiran. Calon pelatih Timnas Indonesia harus siap menetap di Indonesia, bahkan diharapkan membawa keluarganya sebagai bentuk komitmen jangka panjang.

“Target kami jelas. Pelatih itu harus all-out. Artinya, lebih banyak berada di Indonesia daripada di negaranya. Harus punya pengalaman bagus meloloskan tim ke Piala Dunia, karena target besar kami adalah Piala Dunia 2030. Kalau perlu, tinggal bersama keluarganya di Indonesia,” tegas anggota Komite Eksekutif PSSI, Endri Erawan, di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Tak kalah penting, PSSI juga mewajibkan kandidat terpilih untuk merangkul pelatih lokal. Federasi ingin memastikan ada transfer pengetahuan dan kesinambungan, sehingga proyek Timnas tidak berhenti hanya pada satu periode kepelatihan.

Baca Juga  Eksel Runtukahu Bersinar, Siap Jawab Peluang Dipanggil Timnas Indonesia

Menurut Endri, kesamaan visi menjadi faktor krusial. Filosofi pelatih harus sejalan dengan arah pembangunan sepak bola Indonesia yang tengah disusun federasi.

“Filosofi sepak bola Indonesia harus satu visi dengan proyek Timnas. Semua hasil evaluasi sudah saya laporkan ke Ketua Umum. Selanjutnya akan dibahas dalam rapat Exco bersama Ketum. Mudah-mudahan bulan ini atau paling lambat bulan depan pelatih bisa diumumkan,” ujarnya.

Pengetatan syarat ini menjadi cermin keseriusan PSSI dalam menatap masa depan. Target lolos Piala Dunia 2030 bukan sekadar slogan, melainkan proyek besar yang menuntut konsistensi, kehadiran, dan komitmen penuh dari sosok di kursi pelatih.

Kini, hanya dua nama tersisa di meja federasi. Siapa pun yang terpilih, pesan PSSI sudah sangat jelas: kursi pelatih Timnas Indonesia hanya untuk mereka yang siap tinggal, bekerja, dan berjuang penuh di Indonesia demi mimpi Piala Dunia 2030.(EBP)

  • Bagikan