Bangkok United Sudah Lolos, tapi Tetap Mau “Ngegas” di Bandung: Persib Wajib Menang atau Tamat
Walau sudah memastikan satu tiket ke babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2), Bangkok United datang ke Bandung bukan untuk piknik. Mereka mendarat di Stadion Si Jalak Harupat dengan satu misi sederhana tapi menyebalkan bagi tuan rumah: menang lagi.
Persib sendiri sedang berada di persimpangan takdir. Menang, hidup. Kalah, wassalam. Laga penentuan, laga yang bikin kopi pahit terasa makin pahit. Segalanya bergantung pada 90 menit yang akan dimainkan di hadapan Bobotoh yang siap mengguncang langit sore Bandung.
Pelatih Bangkok United, Totchawan Sripan, tampil kalem, tapi kata-katanya menusuk halus.
“Melawan Persib adalah kehormatan,” ujarnya.
Dalam bahasa sepak bola, itu artinya: Kami serius, kami tidak datang untuk kasih poin gratis.
Dan benar saja, Bangkok United tidak datang dengan skuad pelengkap. Di sana ada nama yang kini sedang jadi sorotan: Ilias Alhaft, pemain Belanda keturunan Indonesia yang sedang menikmati momen paling emosional di kariernya.
Alhaft punya darah Indonesia dari ibu, kakek, dan neneknya. Media sosialnya sudah jadi petunjuk kuat sebelum ia sendiri angkat suara. Setelah hampir satu dekade berkelana di Belanda bersama Sparta Rotterdam dan klub-klub Eredivisie lain, 2025 menjadi tahun “hijrah”-nya ke Thailand.
Dan sekarang, ia mendarat di Bandung, stadion yang bisa saja terasa seperti “pulang” bagi seorang pemain yang pernah hanya mengenal Indonesia dari cerita keluarga.
“Tentu saya sangat menantikan bermain di sini. Saya punya darah Indonesia dari ibu, kakek, dan nenek,” kata Alhaft, Selasa (9/12).
Ucapan yang terdengar hangat, tapi tetap tidak mengurangi fakta bahwa ia akan mencoba menjebol gawang Persib di hadapan publik yang merasa setengah klaim bahwa ia “masih saudara”.













