Erick Thohir Wacanakan Pengurangan Poin, Klub Liga Indonesia Wajib Lolos Lisensi AFC

  • Bagikan
Foto: Ist

Sepakpojok82.com – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan pentingnya lisensi klub AFC bagi seluruh peserta Liga Indonesia. Ia bahkan membuka peluang pemberian sanksi tegas berupa pengurangan poin bagi klub yang gagal memenuhi syarat tersebut.

Wacana pengurangan poin di Liga Indonesia ini muncul setelah evaluasi dalam Rapat Komite Eksekutif PSSI bersama I.League. Dari hasil evaluasi tersebut, posisi kompetisi Indonesia di level Asia mengalami peningkatan signifikan.

banner 336x280

“Dulu ranking 25, sekarang ranking 18. Kalau performa klub seperti Persib dan Dewa United konsisten bagus, kita bisa tembus ranking 15,” ujar Erick Thohir dalam agenda Water Break PSSI Pers, Kamis (16/4/2026).

 

Lisensi Klub Jadi Kunci Daya Saing di Asia

Erick Thohir menilai, penilaian kompetisi di Asia saat ini masih berfokus pada performa klub di level internasional, bukan pada kualitas liga secara keseluruhan.

Baca Juga  Jakmania Kecewa Persija Ditahan Dewa United di JIS, Diky Soemarno Ultimatum Empat Laga Kandang

Menurutnya, indikator liga sehat seharusnya tidak hanya dilihat dari prestasi wakil di Asia, tetapi juga dari persaingan domestik yang kompetitif.

“Apakah liga sehat kalau juaranya itu-itu saja? Harusnya juara berbeda-beda agar kompetisi lebih menarik,” tegas Erick.

Namun, parameter tersebut belum menjadi acuan utama di level AFC.

 

Tantangan Geografis dan Inovasi Liga Indonesia

Erick juga menyoroti tantangan geografis Indonesia yang membuat mobilitas tim lebih kompleks dibanding liga di negara lain. Jarak tempuh yang jauh memengaruhi waktu pemulihan pemain dan kualitas pertandingan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PSSI bersama operator liga terus mendorong inovasi, termasuk penerapan lisensi klub secara ketat.

“Liga berjanji lisensi klub akan didorong. Bahkan, ada opsi pengurangan poin jika klub tidak lolos lisensi,” jelas Erick.

 

Fokus Infrastruktur dan Peningkatan Pendapatan Klub

Salah satu aspek utama dalam lisensi klub adalah kelayakan stadion. Erick mengungkapkan bahwa pemerintah telah mendukung melalui kebijakan SKB Tiga Menteri, yang memungkinkan pengelolaan stadion dialihkan ke sektor privat.

Baca Juga  Heitinga Tolak Pinangan PSSI, Timnas Indonesia Kembali Kehilangan Calon Nakhoda

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan sumber pemasukan klub, tidak hanya dari hak siar dan sponsor, tetapi juga dari kehadiran penonton di stadion.

Data menunjukkan tren positif. Rata-rata jumlah penonton Liga Indonesia meningkat dari sekitar 5.000 menjadi 7.000 per pertandingan. Selain itu, rating siaran televisi juga mengalami kenaikan.

 

Dorong Profesionalisme Liga Indonesia

Dengan kebijakan lisensi klub dan potensi sanksi pengurangan poin, PSSI ingin mendorong profesionalisme klub-klub Liga Indonesia agar mampu bersaing di level Asia.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi domestik dan memperbaiki peringkat Indonesia di kancah sepak bola Asia.

 

  • Bagikan