JAKARTA – Isu mengejutkan datang dari sepak bola Asia. Iran national football team disebut berpotensi mundur dari ajang FIFA World Cup 2026 akibat memanasnya situasi politik di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari media Spanyol Marca, Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menyampaikan kemungkinan tersebut dalam sebuah pernyataan yang cukup keras.
Ia menegaskan bahwa kondisi politik saat ini membuat negaranya sulit berpartisipasi dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026,” ujar Ahmad Donyamali.
Irak Disebut Berpeluang Menggantikan Iran
Jika Iran national football team benar-benar memutuskan mundur, beberapa laporan menyebut Iraq national football team berpotensi menjadi tim yang menggantikan posisi tersebut.
Namun peluang itu juga tidak sepenuhnya mulus. Kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah saat ini masih memanas setelah serangan United States pada awal Maret lalu.
Situasi geopolitik tersebut juga berdampak pada negara lain di kawasan seperti United Arab Emirates dan Oman.
Timnas Indonesia Ikut Terseret dalam Spekulasi
Isu mundurnya Iran turut menyeret pembahasan mengenai peluang Indonesia national football team.
Sebelumnya, skuad Garuda menutup putaran keempat 2026 FIFA World Cup qualification (AFC) di posisi ketiga klasemen.
Pada fase tersebut, tim yang diperkuat Jay Idzes dan rekan-rekannya harus mengakui keunggulan Saudi Arabia national football team dengan skor 2-3 serta takluk 0-1 dari Irak.
Hasil tersebut membuat langkah Indonesia terhenti, namun situasi baru yang melibatkan Iran kini memunculkan kembali berbagai spekulasi di kalangan penggemar sepak bola Asia.
Menunggu Kepastian dari FIFA
Meski kabar ini ramai diperbincangkan, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari FIFA terkait kemungkinan mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026.
Jika situasi ini benar-benar terjadi, FIFA dipastikan harus menentukan mekanisme penggantian peserta yang sesuai dengan regulasi kompetisi.
Bagi negara-negara yang sebelumnya gagal lolos, kabar ini tentu membuka ruang spekulasi baru terkait peluang tampil di panggung sepak bola terbesar dunia tersebut.













