YOGYAKARTA – Panggung tertinggi sepak bola tanah air, Super League 2026/2027, bakal berjalan jauh lebih semarak dan menarik. Kepastian ini lahir setelah publik memastikan kembalinya duel sarat gengsi bertajuk Derbi DIY.
Skenario laga panas tersebut terwujud usai PSS Sleman sukses mengamankan tiket promosi menuju kasta tertinggi musim depan. Skuad berjuluk Super Elang Jawa tersebut naik kasta setelah mengunci status runner-up pada ajang Pegadaian Championship 2025/2026.
Kehadiran PSS Sleman otomatis membuat tensi kompetisi musim depan kian berwarna. Atmosfer persaingan sepak bola di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan bakal mendidih.
Pada edisi kompetisi musim lalu, PSIM Yogyakarta melaju sendirian tanpa pendamping. Skuad Laskar Mataram menjadi satu-satunya wakil dari Kota Gudeg yang berkiprah di strata tertinggi sepak bola nasional.
Liana Tasno Garansi Derbi DIY Dongkrak Daya Tarik Liga
Kembalinya rivalitas klasik ini langsung mendapat respons positif dari manajemen tetangga. Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, menilai rivalitas sengit sesama klub asal DIY bakal mendongkrak daya tarik kompetisi.
Pertemuan kedua tim selalu menyajikan drama dan tensi tinggi di atas lapangan hijau. Juru taktik kedua kesebelasan harus memeras otak demi menjaga harga diri kelompok suporter mereka.
Oleh karena itu, Liana melayangkan harapan besar terkait pelaksanaan laga penuh gengsi tersebut kelak. Ia meminta pihak operator liga mengizinkan kehadiran penonton dari kedua belah pihak secara langsung di dalam stadion.
“Harapan kami, laga derbi nanti tetap bisa berjalan dengan kehadiran para penonton di tribun. Bagaimanapun juga, penjualan tiket pertandingan menjadi salah satu sumber pemasukan utama bagi keuangan klub,” tegas Liana Tasno memberikan pandangannya, Rabu (17/6/2026).
Kehadiran suporter fanatik kedua tim memang menjadi bumbu utama yang menghidupkan atmosfer pertandingan. Manajemen PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman kini fokus mempersiapkan kedalaman skuad terbaik mereka. Kedua tim asal DIY ini mengusung target tinggi untuk saling menumbangkan demi menegaskan status penguasa tanah Mataram sesungguhnya.













