JAKARTA – Komposisi staf kepelatihan Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman semakin solid. Terbaru, pelatih asal Inggris itu resmi menggandeng Simon Grayson sebagai asisten untuk memperkuat skuad Garuda.
Langkah ini menjadi sinyal keseriusan Herdman dalam membangun fondasi tim jelang agenda internasional, termasuk FIFA Series 2026 yang akan digelar akhir Maret.
Grayson, Spesialis Promosi dari Inggris
Kehadiran Simon Grayson bukan tanpa alasan. Pelatih berusia 56 tahun itu dikenal sebagai sosok sarat pengalaman di sepak bola Inggris, terutama di kompetisi kasta kedua dan ketiga.
Sejumlah klub pernah diasuhnya, mulai dari Blackpool, Leeds United, Huddersfield Town, hingga Preston North End.
Grayson juga punya reputasi sebagai “raja promosi”. Ia tercatat sukses mengantar empat klub naik kasta, termasuk Blackpool (2006/2007) dan Leeds United (2009/2010).
Tak hanya itu, pengalamannya di Asia bersama Bengaluru FC dan Lalitpur City FC menjadi nilai tambah dalam memahami karakter sepak bola kawasan.
Tim Ramping, Kombinasi Lokal dan Internasional
Berbeda dengan era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert yang memiliki banyak asisten, Herdman memilih pendekatan lebih ramping.
Sejauh ini, ia hanya didampingi dua asisten utama. Namun, strategi ini diimbangi dengan mempertahankan pelatih lokal yang memahami kultur tim nasional.
Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk mempercepat adaptasi sekaligus menjaga keseimbangan antara pengalaman global dan kearifan lokal.
Cesar Meylan, Otak di Balik Fisik Pemain
Untuk sektor kebugaran, Herdman kembali mempercayakan kepada sosok lamanya, Cesar Meylan.
Keduanya telah bekerja bersama sejak 2011, termasuk saat menangani Timnas Kanada dan Toronto FC.
Meylan dikenal sebagai ahli strength & conditioning dengan gelar PhD dari Auckland University of Technology. Ia juga mengantongi sertifikasi dari National Strength and Conditioning Association (NSCA).
Nova Arianto, Jembatan Informasi Tim
Nama Nova Arianto tetap dipertahankan sebagai asisten pelatih. Pengalamannya melewati dua era kepelatihan membuatnya menjadi sosok kunci di ruang ganti.
Nova sebelumnya menjadi bagian penting di era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Kini, ia juga merangkap sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20.
Perannya krusial sebagai penghubung informasi terkait karakter, kualitas, hingga dinamika internal pemain.
Sofie Imam Faizal dan Dzikry Lazuardi Lengkapi Tim
Di sektor fisik, Sofie Imam Faizal turut ambil bagian. Ia dikenal berpengalaman menangani berbagai kelompok usia Timnas Indonesia.
Sofie sebelumnya juga membantu Nova Arianto di level U-16 hingga U-20, serta sempat bekerja di era Shin Tae-yong.
Sementara itu, kejutan datang dari penunjukan Dzikry Lazuardi sebagai analis tim.
Pria berusia 28 tahun itu sebelumnya menjabat Kepala Analis di Persija Jakarta, serta pernah bekerja untuk Persis Solo dan Persipura Jayapura.
Masih Ada Pos Kosong
Meski komposisi staf semakin lengkap, masih ada satu posisi vital yang belum terisi, yakni pelatih kiper.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju FIFA Series 2026, keputusan terkait posisi ini menjadi krusial dalam menyempurnakan persiapan tim.









