MEDAN – Manajemen PSMS Medan memastikan kesiapan penuh tim untuk bertarung pada ajang Piala Presiden 2026 di Surabaya. Skuad berjuluk Ayam Kinantan tersebut bakal bertolak menuju Kota Pahlawan pada pekan depan.
Tim pelatih sudah menggembleng fisik para pemain sejak awal bulan ini demi menjaga kebugaran. Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengonfirmasi langsung agenda latihan intensif tersebut pada Rabu (15/7/2026).
“Kami sengaja memulai persiapan lebih awal sejak tanggal 1 Juli lalu,” tegas Fendi Jonathan.
Langkah cepat ini bertujuan agar tim segera mencapai level performa terbaik sebelum kompetisi bergulir. PSMS menolak tampil seadanya walau berstatus sebagai tim kasta kedua sepak bola tanah air.
Boyong Kolaborasi Pemain Kontrak dan Pilar Trial, Bidik Laga Uji Coba Pamungkas
Manajemen bergerak agresif mengamankan tanda tangan sejumlah pemain baru untuk mengarungi Liga 2 musim depan. Namun, tim pelatih juga memberikan ruang bagi barisan pemain trial pada turnamen ini.
Fendi menjelaskan bahwa status pemain trial bertindak sebagai pilar tambahan khusus untuk Piala Presiden. Langkah ini menjadi sarana seleksi berjalan guna menyaring bakat-bakat terbaik secara langsung.
Sebelum terbang ke Surabaya, PSMS berencana menggelar satu pertandingan uji coba pamungkas lagi. Sebelumnya, Ayam Kinantan sukses mencukur Binjai City dengan skor telak 3-0 pada laga persahabatan.
Kemenangan meyakinkan tersebut melipatgandakan kepercayaan diri para penggawa untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Tim pelatih terus mengevaluasi setiap lini guna menambal celah kelemahan taktik permainan.
Kepung Tiga Raksasa di Gelora Bung Tomo, Jadikan Turnamen Ajang Cari Pengalaman Emas
Berdasarkan hasil undian resmi, PSMS Medan menempati Grup B bersama tiga klub raksasa Asia. Skuad Ayam Kinantan harus bersaing ketat melawan Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan klub Thailand Port FC.
Panitia memusatkan seluruh rangkaian pertandingan berat Grup B ini di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Sementara itu, Stadion Si Jalak Harupat Bandung menggelar laga Grup A yang berisi Persib, Arema, DPMM FC, serta Tampines Rovers.
Fendi menilai posisi PSMS di atas kertas memang kalah mentereng daripada kontestan Liga 1. Perbedaan mencolok terutama terlihat dari kuota regulasi penggunaan pemain asing antarkedua kasta.
Namun, manajemen justru melihat momen langka ini sebagai kesempatan emas mencari pengalaman berharga. PSMS menolak memasang target juara dan memilih fokus memberikan performa terbaik pada setiap laga!













