Sanksi Berat AFC untuk Persib Bandung: Denda Rp3,5 Miliar dan Laga Tanpa Penonton

  • Bagikan

BANDUNG – PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB) secara resmi menyampaikan rasa kecewa dan prihatin yang mendalam atas sanksi berat yang dijatuhkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Hukuman ini merupakan buntut dari insiden yang terjadi usai laga antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 dalam ajang AFC Champions League Two 2025/2026.

Berdasarkan keputusan resmi AFC Disciplinary and Ethics Committee tertanggal 13 Mei 2026, klub berjuluk Pangeran Biru tersebut dijatuhi denda fantastis sebesar USD200.000 atau setara dengan Rp3,5 miliar. Selain sanksi finansial, Persib juga menerima hukuman berat berupa penutupan stadion untuk pertandingan kandang di kompetisi tingkat Asia.

banner 336x280

Sebagai klub profesional yang menjadi representasi Indonesia di kancah internasional, manajemen Persib menyatakan tetap menghormati keputusan dari otoritas tertinggi sepak bola Asia tersebut. Namun, pihak klub sangat menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab dari segelintir oknum yang memicu kerugian masif ini.

Baca Juga  PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri Usai Kegagalan di SEA Games 2025

Kerugian Finansial Terlalu Besar untuk Evaluasi Klub

Manajemen menegaskan bahwa nominal denda yang mencapai miliaran rupiah beserta hilangnya potensi pendapatan tiket penonton (matchday revenue) menjadi pukulan telak bagi stabilitas operasional klub.

“Dana sebesar itu sejatinya dapat dialokasikan untuk penguatan fasilitas klub, pembinaan jangka panjang, peningkatan kualitas operasional, hingga memperkuat daya saing tim agar Persib dapat terus berkembang di level Asia,” tulis pernyataan resmi manajemen klub.

Kerugian ini juga dinilai mencederai transformasi positif yang sedang ditunjukkan oleh mayoritas Bobotoh dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Basis suporter Persib yang dikenal loyal tersebut dinilai sudah semakin dewasa, tertib, dan cerdas dalam memberikan dukungan.

Sangat disayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus tercoreng akibat tindakan emosional sesaat dari oknum tertentu. Dampak buruknya kini harus dipikul secara kolektif oleh klub dan jutaan Bobotoh lainnya.

Langkah Evaluasi Internal Manajemen Persib

Merespons situasi krusial ini, PT PBB tidak tinggal diam. Manajemen berkomitmen melakukan langkah preventif dengan melakukan introspeksi dan evaluasi total pada sistem internal mereka, yang meliputi:

  • Peninjauan ulang menyeluruh terhadap sistem keamanan stadion.

  • Peningkatan koordinasi jajaran panitia pelaksana (panpel) pertandingan.

  • Pematangan manajemen risiko untuk laga berskala internasional.

Sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di ajang AFC Champions League Two 2025/2026, manajemen Persib mengajak seluruh elemen suporter untuk memahami regulasi ketat sepak bola Asia. Dukungan kepada klub kebanggaan Jawa Barat ini diharapkan tidak hanya ditunjukkan melalui kehadiran di tribun, melainkan juga lewat tanggung jawab kolektif demi menjaga reputasi sepak bola Indonesia di mata dunia

  • Bagikan