JAKARTA — Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menyusun fondasi permainan skuad Garuda untuk menyongsong Piala Asia 2027. Juru taktik asal Inggris tersebut menegaskan bahwa Timnas Indonesia harus memiliki identitas kuat yang mencerminkan karakter asli para pemain.
Menghadapi persaingan ketat di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, Herdman memilih pendekatan yang realistis. Ia melihat komposisi pemain Timnas Indonesia saat ini memiliki latar belakang sepak bola yang sangat beragam, sehingga ia tidak bisa memaksakan satu identitas tunggal kepada semua pemain.
Herdman Hargai Talenta Lokal dan Diaspora
Herdman menjelaskan bahwa sebagian pemainnya lahir dan berkembang di dalam negeri, sementara sebagian lainnya tumbuh di Belanda serta negara Eropa lain. Ia menilai seluruh perbedaan pengalaman tersebut justru menjadi modal berharga untuk membangun kekuatan baru skuad Garuda.
“Saya pikir tim harus mencerminkan siapa mereka sebenarnya. Sebagai pelatih, saya memang memiliki visi tentang tim impian, tetapi saya harus menghormati para pemain yang lahir, besar, dan berkembang di Indonesia,” ujar John Herdman saat berbicara dalam kanal YouTube resmi Timnas Indonesia.
Menurutnya, perbedaan kultur ini bukan sebuah hambatan, melainkan kekayaan taktik yang luar biasa.
Memanfaatkan Pengalaman Pemain dari Liga Elite Eropa
Saat ini, kekuatan Timnas Indonesia kian terdongkrak berkat kehadiran para pemain yang merumput di kompetisi elite dunia. Mereka membawa atmosfer sepak bola dari Serie A Italia, Bundesliga Jerman, hingga liga utama Inggris dan Belanda.
Sejumlah nama besar kini memperkuat lini pertahanan dan menyerang Garuda. Jay Idzes dan Emil Audero membawa pengalaman dari Italia, Kevin Diks membawa mentalitas Bundesliga Jerman, sedangkan Calvin Verdonk membawa jam terbang dari Prancis. Selain itu, Ole Romeny, Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Dean James juga terus mengasah kemampuan mereka di Inggris dan Belanda.
“Kami memiliki pemain yang lahir dan besar di Belanda serta belahan dunia lain. Mereka merasakan budaya sepak bola yang berbeda-beda. Semua pengalaman itu sangat penting bagi kami,” tambah mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
Menyatukan Perbedaan Menjadi Identitas Kolektif
Herdman menyebut tugas terpentingnya saat ini adalah menyatukan seluruh pengalaman interpersonal tersebut menjadi satu identitas kolektif. Ia ingin setiap pemain membawa kontribusi terbaik dari perjalanan karier klub mereka ke dalam tim nasional.
“Sulit bagi saya jika langsung mendikte dan menentukan identitas sepihak. Tugas saya adalah menyatukan semua hal baik dan sisi positif dari pengalaman mereka, lalu membangun identitas kolektif,” kata Herdman.
Ia menambahkan bahwa para pemain harus memahami dengan jelas dan berkomitmen pada beberapa prinsip permainan utama setiap kali turun ke lapangan.
“Melalui kelompok kepemimpinan dan hubungan baik yang saya bangun, saya akan mengeluarkan potensi terbaik dari dalam diri mereka,” pungkasnya.











