JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melempar sinyal optimisme tinggi menjelang bergulirnya Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Juru taktik asal Inggris tersebut mengaku sudah mengantongi modal berharga untuk meredam agresivitas tim-tim raksasa di Benua Biru.
Melansir tayangan dari akun YouTube resmi Timnas Indonesia pada Minggu (17/5/2026), Herdman membagikan kisah suksesnya saat menakhodai Timnas Kanada. Ia tercatat pernah membawa Kanada menjinakkan Jepang dan Qatar dalam laga uji coba menjelang Piala Dunia 2022 lalu. Pengalaman manis inilah yang ingin ia tularkan agar Skuad Garuda tampil segarang singa di fase grup nanti.
Ujian Nyata Merobohkan Dominasi Samurai Biru
Berdasarkan hasil undian, Timnas Indonesia harus rela masuk ke dalam Grup F yang terhitung sebagai grup neraka. Skuad Garuda bakal saling sikut dengan raksasa Asia Jepang, kekuatan Timur Tengah Qatar, serta rival abadi dari Asia Tenggara, Thailand.
Dari ketiga calon lawan tersebut, Herdman menunjuk Timnas Jepang sebagai ujian paling berat sekaligus tolok ukur utama untuk melihat sejauh mana perkembangan performa anak asuhnya.
“Pertandingan melawan tim sekelas Jepang justru menjadi kesempatan emas bagi kami untuk mengukur level peningkatan kualitas permainan Indonesia,” ungkap Herdman.
Belajar dari Memori Manis Bersama Kanada
Mantan pelatih Kanada itu menegaskan bahwa rekam jejak masa lalunya memberikan banyak pelajaran berharga saat bersua tim-tim elite dunia. Sebelum mentas di Piala Dunia 2022, tangan dingin Herdman sukses membawa Kanada menumbangkan Jepang dengan skor 2-1 dan membungkam Qatar dua gol tanpa balas.
Kini, ia berkomitmen menerapkan formula sukses tersebut untuk mendongkrak mentalitas bertanding Timnas Indonesia. Menurut Herdman, meredam tim besar tidak melulu soal adu teknik di atas lapangan.
“Faktor mental, kedisiplinan taktik yang ketat, serta kejelian membaca permainan memegang peranan yang jauh lebih krusial. Kami harus segera membenahi detail-detail kecil ini,” tambahnya.
Waspadai Akram Afif dan Kolega
Timnas Indonesia bakal langsung menantang Jepang pada laga pembuka Grup F di Jeddah, yang dijadwalkan bergulir pada 11 Januari 2027. Herdman memandang laga perdana ini sebagai momentum penting, bukan sekadar memburu poin, melainkan juga sarana mengevaluasi celah taktik tim yang masih bolong.
Selain mewaspadai kolektivitas Jepang, pelatih berusia 50 tahun itu juga memberikan perhatian khusus pada kekuatan Qatar. Ia secara spesifik menyoroti pergerakan striker maut Qatar, Akram Afif, yang kerap merepotkan barisan pertahanan lawan.
Walau sadar jalan yang membentang di depan mata teramat terjal, Herdman tetap memelihara asa dan keyakinan tinggi. Ia percaya memori manis masa lalunya bakal menuntun Skuad Garuda untuk menciptakan kejutan besar di turnamen paling bergengsi se-Asia tersebut.











