SEPAKPOJOK82.COM – Badai di Stamford Bridge belum juga mereda. Chelsea secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih Liam Rosenior setelah serangkaian hasil buruk yang membuat posisi klub semakin terpuruk di kancah Premier League.
Keputusan ini mengejutkan publik karena Rosenior baru menjabat selama 106 hari sejak ditunjuk pada Januari lalu untuk menggantikan Enzo Maresca. Langkah ini menambah panjang daftar “korban” kursi kepelatihan di era kepemilikan BlueCo.
Lima Kekalahan Beruntun Jadi Pemicu
Keputusan manajemen The Blues untuk mendepak Rosenior bukan tanpa alasan kuat. Chelsea tercatat mengalami masa kelam dengan menderita lima kekalahan beruntun di Premier League tanpa sekalipun mencetak gol.
Kondisi ini membuat Chelsea kini terpaut tujuh poin dari Liverpool yang menghuni posisi kelima (batas zona Liga Champions). Sebagai solusi jangka pendek, Calum McFarlane kembali ditunjuk sebagai pelatih interim untuk kali kedua musim ini, tepat sebelum laga krusial semifinal FA Cup melawan Leeds.
Biaya Kompensasi Fantastis di Era BlueCo
Meski Rosenior menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2032, ia dilaporkan hanya akan menerima kompensasi sekitar 4 hingga 5 juta pounds (sekitar Rp80-100 miliar) berkat klausul khusus dalam kontraknya.
Namun, pemecatan ini menelanjangi borosnya pengeluaran Chelsea untuk membayar pesangon pelatih sejak diambil alih oleh BlueCo. Jika diakumulasikan, total kompensasi pelatih permanen yang telah dipecat mencapai angka yang mencengangkan:
| Pelatih | Perkiraan Kompensasi |
| Thomas Tuchel | £13 Juta |
| Graham Potter | £13 Juta |
| Mauricio Pochettino | £10 Juta |
| Enzo Maresca | £5 – £10 Juta |
| Liam Rosenior | £4 – £5 Juta |
| Total Akumulasi | ± £45 Juta (Rp900+ Miliar) |
Angka fantastis ini dikeluarkan hanya dalam kurun waktu kurang dari empat tahun kepemilikan konsorsium pimpinan Todd Boehly tersebut.
Menanti Nakhoda Baru
Hingga kini, spekulasi mengenai pengganti permanen Rosenior terus berkembang. Nama-nama seperti Filipe Luis hingga legenda klub Cesc Fabregas mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan di Stamford Bridge. Namun, pakar transfer Fabrizio Romano menyebutkan bahwa pihak klub masih mempertimbangkan opsi terbaik agar tidak kembali salah langkah.
Tantangan besar kini menanti Chelsea. Tak hanya soal performa di lapangan yang “berantakan”, tetapi juga stabilitas finansial yang mulai terancam akibat kebijakan bongkar-pasang manajer yang sangat mahal.













