SEPAKPOJOK82.COM – Semifinal Liga Champions 2025/2026 dibuka dengan sebuah pertandingan epik yang akan dikenang sepanjang sejarah. Paris Saint-Germain (PSG) sukses menumbangkan Bayern Munchen dengan skor tipis 5-4 pada leg pertama, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.
Meski menyajikan pesta gol, laga ini meninggalkan noda besar akibat keputusan wasit Sandro Scharer yang dinilai kontroversial dan memicu kecaman dari para legenda sepak bola dunia.
Penalti Kontroversial Alphonso Davies
Titik balik perdebatan terjadi ketika wasit memberikan hadiah penalti kepada PSG. Insiden bermula saat umpan silang Ousmane Dembele mengenai lengan Alphonso Davies. Namun, dalam tayangan ulang, bola terlebih dahulu memantul dari kaki Davies sebelum menyentuh tangannya.
Meski telah meninjau melalui VAR, Sandro Scharer tetap menunjuk titik putih. Keputusan ini membuat legenda Inggris, Alan Shearer, geram.
“Begitu saya melihat bola memantul dari kaki ke tangan, itu bukan penalti. Saya benar-benar tidak setuju,” ujar Shearer tegas. Senada dengan itu, Wayne Rooney menyoroti posisi tangan Davies yang berada di belakang tubuh sehingga sulit untuk menghindari pantulan bola secepat itu. Kecaman paling keras datang dari Glenn Hoddle yang menyebut keputusan tersebut “merusak pertandingan” dan “memalukan”.
Ousmane Dembele Menggila, Manuel Neuer Terpuruk
Penalti tersebut sukses dieksekusi oleh Ousmane Dembele dan membawa PSG unggul 3-2 sebelum turun minum. PSG sempat menjauh hingga skor 5-2 lewat aksi gemilang Khvicha Kvaratskhelia dan gol tambahan Dembele.
Di sisi lain, kiper veteran Manuel Neuer mencatatkan malam yang kelam. Kebobolan lima gol membuatnya memecahkan rekor negatif statistik pertahanan yang sudah bertahan selama 16 tahun di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.
Mentalitas Baja Die Roten
Meski sempat tertinggal jauh, Bayern Munchen menunjukkan kelasnya sebagai raksasa Eropa. Gol dari Dayot Upamecano dan aksi Luis Diaz memperkecil kedudukan menjadi 5-4. Skor ini menjaga asa Bayern tetap hidup karena mereka berhasil mencetak empat gol tandang yang sangat berharga.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, tetap tenang menghadapi hasil ini. Ia memuji daya juang anak asuhnya yang tetap berbahaya meski berada di bawah tekanan hebat.
“Kami memang menderita, tapi juga berbahaya. Mencetak empat gol tandang di Liga Champions memberi kami keyakinan besar untuk leg kedua di Allianz Arena,” tutur Kompany optimis.
Rekor Semifinal Paling Produktif
Hujan sembilan gol di laga ini resmi mencatatkan rekor sebagai pertandingan semifinal Liga Champions paling produktif dalam sejarah. Duel dua tim dengan filosofi menyerang total ini membuktikan bahwa persaingan menuju partai puncak musim ini benar-benar berada di level yang berbeda.
Kedua tim akan kembali berduel di Munich pekan depan. Dengan selisih hanya satu gol, Allianz Arena dipastikan akan menjadi saksi pertempuran hidup-mati yang tak kalah panas.













