Jelang Kongres FIFA ke-76, Gianni Infantino Tegaskan Dukungan Penuh untuk Sepak Bola Indonesia

  • Bagikan
Presiden FIFA Gianni Infantino - Foto : Ist

VANCOUVER – Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menegaskan komitmen internasional untuk mempercepat transformasi sepak bola Indonesia. Pernyataan ini muncul usai pertemuan strategis dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di Vancouver, Kanada, pada Rabu (29/4/2026).

Pertemuan bilateral ini dilakukan tepat satu hari menjelang dibukanya Kongres FIFA ke-76. Fokus utama pembicaraan kedua tokoh tersebut mencakup penguatan fondasi sepak bola nasional dan visi jangka panjang Indonesia di panggung dunia.

banner 336x280

Fokus Pengembangan: Infrastruktur hingga Pemain Muda

Melalui unggahan di media sosial resminya, Infantino mengungkapkan rasa puas atas progres kolaborasi antara FIFA dan PSSI. Ia menyoroti tiga pilar utama yang menjadi fokus pembahasan:

  1. Pembangunan Infrastruktur: Memastikan fasilitas kelas dunia tersedia di Indonesia.

  2. Penguatan Kompetisi: Meningkatkan kualitas liga dan turnamen domestik.

  3. Peluang Pemain Muda: Membuka jalur bagi talenta lokal untuk bersaing di level internasional.

“Kami membahas pentingnya menciptakan peluang bagi pemain muda, sambil memastikan sepak bola tetap menjadi pemersatu masyarakat dan inspirasi bagi generasi masa depan,” ujar Infantino.

Komitmen FIFA untuk Ambisi Indonesia

Infantino memastikan bahwa FIFA tidak akan sekadar menjadi pengamat, melainkan mitra aktif dalam mewujudkan ambisi besar sepak bola Tanah Air.

“FIFA tetap berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan Indonesia guna mendukung pertumbuhan sepak bola nasional,” tambahnya. Dukungan ini mencakup pendampingan teknis dan manajerial agar standar profesionalisme PSSI terus meningkat.


Agenda Strategis Kongres FIFA ke-76

Pertemuan Infantino-Erick ini merupakan rangkaian pembuka sebelum Kongres FIFA ke-76 resmi digelar pada Kamis, 30 April 2026. Kongres yang dihadiri 211 asosiasi anggota ini akan membahas isu-isu krusial, antara lain:

  • Laporan aktivitas FIFA sepanjang tahun 2025.

  • Pemaparan laporan keuangan dan rencana anggaran siklus 2027–2030.

  • Gerakan global melawan rasisme dalam sepak bola.

Sepak Bola sebagai Jembatan Perdamaian

Di tengah dinamika global dan isu aksesibilitas delegasi—seperti absennya perwakilan Iran dalam pertemuan sebelumnya—Infantino menekankan misi kemanusiaan sepak bola.

Dikutip dari Associated Press, ia menyatakan bahwa di dunia yang penuh konflik, sepak bola harus hadir sebagai solusi. “Kita perlu menemukan cara untuk membangun jembatan, atau bahkan membangun lapangan sepak bola, agar orang bisa berkumpul dan bersatu,” tegasnya.

Prospek Masa Depan Indonesia

Kehadiran Indonesia sebagai salah satu fokus pengembangan FIFA di Asia memberikan angin segar bagi pecinta sepak bola nasional. Dengan dukungan penuh pada aspek infrastruktur dan pembinaan usia dini, hubungan PSSI dan FIFA diprediksi akan semakin solid.

Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi Timnas Indonesia untuk tidak hanya berjaya di Asia, tetapi juga mulai diperhitungkan di peta sepak bola global.

Baca Juga  Arsenal Masih di Puncak Liga Inggris, Paul Scholes Lempar Kritik Pedas
  • Bagikan