JAKARTA – Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mengusung misi raksasa untuk membawa skuad Garuda memetik kemenangan perdana atas Oman setelah menanti selama 38 tahun. Juru taktik asal Inggris tersebut membidik momentum bersejarah ini saat kedua tim bentrok dalam laga uji coba FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam WIB.
“Kita belum pernah mengalahkan Oman dalam 38 tahun terakhir, dan fakta itulah yang menjadi tantangan besar bagi kami,” tegas Herdman saat menghadiri sesi jumpa pers pra-pertandingan di SUGBK, Kamis (4/6/2026).
Demi memuluskan target emas tersebut, Eks pelatih Timnas Kanada ini mengharapkan puluhan ribu suporter fanatik Merah Putih bersedia memerahkan dan memadati seluruh tribune SUGBK. Kehadiran penonton secara masif diyakini mampu melipatgandakan motivasi bertanding para penggawa timnas di atas lapangan.
Herdman Sebut Duel Kontra Oman Bukan Sekadar Laga Persahabatan
Mengutip data statistik dari laman 11v11, Timnas Indonesia dan Oman tercatat sudah bentrok sebanyak enam kali di lapangan hijau. Pasukan Garuda baru mengemas dua kemenangan, yang masing-masing lahir pada tahun 1987 (2-0) dan 1988 (3-0) saat mengarungi ajang King’s Cup.
Setelah periode emas tersebut, Indonesia selalu menemui jalan buntu untuk menumbangkan Oman. Pada bentrokan terakhir di laga uji coba tahun 2021 silam, Indonesia yang kala itu masih berada di bawah komando Shin Tae-yong terpaksa mengakui keunggulan Oman dengan skor akhir 1-3.
Melihat rekor pertemuan yang kurang memihak tersebut, Herdman menegaskan bahwa laga malam nanti membawa pertaruhan yang jauh lebih besar daripada sekadar status laga persahabatan biasa. Bagi Herdman, Oman menjadi tolok ukur yang sangat ideal untuk menguji level sepak bola Indonesia di panggung Asia.
Secara kalkulasi di atas kertas, Oman saat ini bertengger nyaman di peringkat ke-79 FIFA, sedangkan Indonesia masih berjuang di posisi ke-122 dunia.
“Ini bukan sekadar laga persahabatan biasa. Laga ini menjadi kesempatan emas bagi kami untuk membuktikan bahwa Indonesia adalah pesaing yang sangat serius di level AFC,” tutur Herdman penuh percaya diri.
Benahi Lini Serang yang Masih Tumpul
Selain memburu kemenangan prestisius, Herdman bakal memanfaatkan laga sengit ini sebagai panggung evaluasi total. Ia ingin menyempurnakan performa kolektif tim setelah berkaca dari hasil dua pertandingan perdana di ajang FIFA Series pada akhir Maret lalu.
Secara khusus, pelatih berkebangsaan Inggris tersebut menyoroti kinerja lini depan Indonesia yang ia nilai masih kurang klinis dan tumpul dalam memanfaatkan peluang.
“Salah satu kekurangan tim sangat jelas. Kami belum menghasilkan cukup banyak tembakan tepat sasaran (shots on target) meskipun menguasai kontrol permainan secara penuh. Para pemain juga kurang berani masuk mengisi kotak penalti dan belum menunjukkan kualitas serangan yang mematikan di area pertahanan lawan,” pungkas Herdman secara blak-blakan.









