Arus Kepindahan Diaspora Merapat ke Liga 1 Jadi Angin Segar John Herdman Jelang Piala AFF

  • Bagikan

Jakarta – Derasnya arus kepulangan pemain keturunan Indonesia ke kompetisi domestik mulai membentuk wajah baru BRI Super League 2025/2026. Fenomena ini bukan sekadar soal transfer, melainkan sinyal strategis bagi masa depan Timnas Indonesia dalam jangka panjang.

Satu nama yang segera meramaikan arus tersebut adalah Zijlstra. Pemain berdarah Bandung itu dikabarkan tinggal selangkah lagi resmi berseragam Persija Jakarta. Proses kepindahannya kini hanya menunggu tahapan akhir berupa pemeriksaan medis sebelum kontrak diumumkan ke publik.

banner 336x280

Jika tak ada aral melintang, Zijlstra akan menandatangani kontrak berdurasi dua setengah tahun bersama Macan Kemayoran. Kehadirannya diyakini bakal menambah kedalaman skuad Persija, sekaligus memperpanjang daftar pemain diaspora yang memilih melanjutkan karier di Tanah Air.

Baca Juga  Timnas Indonesia Jadwalkan Uji Coba Lawan Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026

Hingga saat ini, tercatat delapan pemain diaspora telah memastikan tampil di BRI Super League 2025/2026. Persija Jakarta menjadi salah satu klub paling aktif, setelah sebelumnya mengamankan jasa Jordi Amat dan Shayne Pattynama, dua nama yang sarat pengalaman di level internasional.

Tak mau kalah, Persib Bandung tampil agresif di bursa transfer dengan mendatangkan tiga pemain sekaligus: Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx. Langkah tersebut menegaskan keseriusan Maung Bandung dalam membangun skuad kompetitif berbasis kualitas dan pengalaman Eropa.

Pergerakan serupa juga dilakukan klub-klub lain. Bali United resmi memasukkan Jens Raven ke dalam skuad utama, sementara Dewa United sukses memboyong penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick, ke Liga 1.

Baca Juga  Drama di JIS! Borneo FC Protes Larangan Latihan, Persija vs Borneo Makin Memanas

Masuknya para pemain diaspora ke kompetisi domestik memberi keuntungan strategis bagi Timnas Indonesia. Pelatih kepala John Herdman kini memiliki ruang gerak lebih leluasa dalam memanggil pemain, terutama untuk ajang di luar kalender FIFA seperti Piala AFF.

Selama ini, izin dari klub luar negeri kerap menjadi ganjalan utama. Dengan para pemain diaspora merumput di liga lokal, hambatan tersebut dapat diminimalisasi, sehingga kepentingan tim nasional tak lagi bergantung pada restu klub asing. BRI Super League pun perlahan menjelma bukan sekadar kompetisi, melainkan fondasi penting proyek besar skuad Garuda.

  • Bagikan