JAKARTA – PSSI kembali bergerak memperkuat lini serang Timnas Indonesia. Federasi dikabarkan tengah menyiapkan program naturalisasi untuk dua pemain keturunan yang berkarier di Eropa.
Langkah ini sekaligus menjadi respons atas kebutuhan mendesak di sektor penyerang. Pasalnya, Skuad Garuda selama ini masih sangat bergantung pada sosok Ole Romeny sebagai ujung tombak.
Lini Depan Jadi Prioritas
Di satu sisi, Indonesia sebenarnya memiliki sejumlah opsi di lini depan, seperti Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, Jens Raven, hingga Mauro Zijlstra.
Namun demikian, konsistensi dan ketajaman para pemain tersebut dinilai belum cukup untuk bersaing di level internasional. Oleh karena itu, PSSI kini fokus menambah amunisi baru yang lebih kompetitif.
Selain itu, padatnya agenda sepanjang 2026 membuat kebutuhan akan kedalaman skuad semakin mendesak.
Luke Vickery Muncul ke Permukaan
Di tengah spekulasi yang berkembang, nama Luke Vickery mulai mencuat. Pemain berusia 20 tahun itu saat ini memperkuat Macarthur FC di kompetisi A-League.
Secara statistik, performanya cukup menjanjikan. Ia telah mencatatkan empat gol dan satu assist, serta mengoleksi 1.154 menit bermain dari 19 pertandingan musim ini.
Tak hanya itu, Vickery juga disebut telah menjalin komunikasi dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Siap Bela Garuda
Lebih lanjut, Luke Vickery memberikan sinyal positif terkait peluang bergabung dengan Indonesia. Ia mengaku siap menjadi bagian dari Skuad Garuda jika mendapatkan kesempatan.
“Saya bisa bermain sebagai striker, tapi biasanya di sayap. Kiri atau kanan sama saja. Saya nyaman di keduanya dan bisa menggunakan kedua kaki,” ujar Vickery.
Kemampuan bermain di berbagai posisi lini depan menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan demikian, ia berpotensi menjadi solusi fleksibel bagi kebutuhan tim.
Bangkit Bersama Macarthur FC
Di level klub, Vickery juga tengah menikmati momentum kebangkitan bersama Macarthur FC. Sebelumnya, ia sempat kesulitan mendapatkan menit bermain saat membela Western United.
Kini, situasinya berubah. Ia mendapatkan kepercayaan lebih besar dari pelatih dan mampu memaksimalkan kesempatan tersebut.
“Saya ingin terus membalas kepercayaan dengan kerja keras dan mencetak gol,” tegasnya.
Naturalisasi Jadi Solusi Cepat
Dengan berbagai dinamika tersebut, program naturalisasi kembali menjadi opsi strategis bagi PSSI.
Di satu sisi, langkah ini dinilai mampu meningkatkan kualitas tim secara instan. Namun di sisi lain, proses seleksi tetap harus dilakukan secara cermat agar pemain yang direkrut benar-benar sesuai kebutuhan.
Kini, publik menanti langkah konkret PSSI. Apakah Luke Vickery akan menjadi bagian dari revolusi lini depan Timnas Indonesia?











