SURABAYA – Laga Persebaya Surabaya vs PSM Makassar pada pekan lanjutan BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar duel perebutan tiga poin. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (25/2/2026) malam itu menyimpan cerita emosional bagi pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.
PSM bukan tim asing bagi arsitek asal Portugal tersebut. Ia menghabiskan sekitar tiga setengah musim bersama PSM Makassar, membangun fondasi tim dan kedekatan personal dengan banyak pemain yang kini akan berdiri sebagai lawan.
Namun, Tavares menegaskan profesionalisme adalah harga mati.
“Kita akan bermain melawan tim yang bagus dan pemain-pemain yang bagus. Menurut saya mereka punya satu hari lebih banyak untuk mempersiapkan pertandingan daripada kita,” ujar Tavares.
Ia tidak menampik laga ini memiliki nilai emosional. Banyak sosok di kubu Juku Eja yang sudah seperti keluarga baginya. Meski begitu, saat peluit awal berbunyi, tak ada ruang untuk sentimentalisme.
“Banyak pemain di sana seperti keluarga bagi saya. Tetapi sekarang saya seorang profesional. Saya berada di Persebaya dan selama pertandingan saya akan 200 persen profesional dan mencoba melakukan yang terbaik untuk tim kita,” tegasnya.
Persebaya datang dengan bekal dua hasil kurang memuaskan. Situasi itu menjadi bahan evaluasi internal. Tavares meminta anak asuhnya tak larut dalam kekecewaan, namun juga tak menutup mata terhadap kesalahan.
“Kita perlu belajar dari kesalahan yang telah kita lakukan, tetapi juga mempertahankan hal-hal baik yang sudah kita lakukan,” katanya.
Sorotan khusus juga diberikan pada skema bola mati. Empat dari lima gol terakhir Persebaya lahir dari situasi tersebut—indikasi bahwa efektivitas set piece bisa menjadi senjata utama saat menghadapi PSM.
“Itu adalah satu hal yang perlu kita kerjakan dan kita sedang mengerjakannya,” sambung pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, fokus dan komitmen menjadi kata kunci. Tavares percaya sepak bola selalu memberi kesempatan kedua.
“Masa lalu tidak bisa kita ubah, tetapi sepak bola memberi kita satu hal, yaitu kemungkinan untuk mencoba lagi. Dan kita akan mencoba lagi,” tutupnya.
Duel Persebaya vs PSM diprediksi berlangsung sengit. Bukan hanya soal posisi di klasemen BRI Super League 2025/2026, tetapi juga tentang pembuktian dan profesionalisme di atas lapangan.













