Klok Angkat Bicara: Emosi Boleh, Kekerasan Bikin Persib Rugi di ACL-2

  • Bagikan
Marc klok - Kapten Persib Bandung - Foto : Ist

BANDUNG – Kapten Persib Bandung, Marc Klok, angkat suara terkait insiden pitch invasion yang terjadi seusai laga kontra Ratchaburi FC. Aksi puluhan oknum Bobotoh itu mencoreng kemenangan Maung Bandung pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026), Persib menang tipis 1-0. Namun hasil tersebut tak cukup untuk meloloskan mereka ke perempat final karena kalah agregat 1-3.

banner 336x280

Alih-alih merayakan kemenangan, laga justru ditutup dengan aksi tak terpuji. Sejumlah oknum suporter masuk ke lapangan, bahkan terjadi pelemparan botol dan dugaan penyerangan terhadap fotografer. Luapan emosi dipicu ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit Majed Alshamrani.

Marc Klok: Harus Profesional dan Jadi Contoh

Marc Klok menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, emosi dalam sepak bola adalah hal wajar, tetapi tetap ada batas yang tak boleh dilanggar.

“Saya tahu emosi di sepak bola ada. Kita bisa kalah, kita bisa menang. Wasit bisa punya keputusan bagus atau tidak bagus. Tapi pada akhirnya kita harus terima apa pun. Kita harus profesional, kita harus kasih contoh,” ujar Klok di Bandung, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga  Persib Bandung vs Ratchaburi FC: Misi Remontada Maung Bandung di GBLA, Asa Belum Padam di ACL 2 2025/2026

Gelandang naturalisasi itu menegaskan bahwa tindakan tersebut berdampak langsung terhadap citra klub dan sepak bola Indonesia di mata internasional.

“Sekarang mungkin buat Indonesia dan Persib ini sedikit jelek. Sebagai klub, sebagai statement yang kita kasih ke luar negeri juga. Kenapa sampai ini? Kita tidak butuh kekerasan dan tidak butuh hal yang punya citra buruk untuk klub,” tegasnya.

Ancaman Sanksi dan Dampak bagi Persib

Insiden pitch invasion di laga Persib vs Ratchaburi berpotensi berbuntut sanksi. Denda hingga hukuman bermain tanpa penonton menjadi risiko yang harus ditanggung klub.

“Jangan sampai rasa seperti konflik atau kita lari di lapangan. Karena akhirnya Persib harus bayar denda dan mungkin main tanpa supporter,” kata Klok.

Situasi ini tentu menjadi evaluasi serius, terlebih Persib tampil sebagai wakil Indonesia di kompetisi Asia. Sorotan tajam dari AFC bisa saja berdampak pada reputasi klub dan federasi.

Baca Juga  Persib Pasang Target Juara Paruh Musim, Klok Siap Salip Borneo di Tikungan Terakhir

Tetap Apresiasi Loyalitas Bobotoh

Di balik kekecewaan itu, Klok tetap memberikan apresiasi kepada Bobotoh yang selama ini setia mendukung Persib di ajang ACL-2. Dukungan tak hanya mengalir di Bandung, tetapi juga saat laga tandang di Kuala Lumpur dan Singapura.

“Kita bikin Persib di peta persaingan, kita juga kasih Indonesia posisi di ACL-2. Menurut saya, prestasi ini belum terjadi selama ada tim di ACL-2 juga. Kita harus bangga. Bobotoh juga harus bangga karena support mereka di Bandung dan juga di luar,” ucapnya.

Persib memang harus terhenti di babak 16 besar. Namun perjalanan Maung Bandung di kompetisi Asia musim ini tetap mencatatkan capaian penting bagi sepak bola Indonesia.

Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar evaluasi teknis di lapangan, tetapi juga pembenahan kultur suportivitas. Karena di level Asia, bukan hanya hasil akhir yang dinilai—melainkan juga sikap dan profesionalisme seluruh elemen klub.

  • Bagikan