BREBES – Gelaran Tunas Muda Cup 2026 Desa Cikakak resmi berakhir dengan sukses. Turnamen tahunan ini melahirkan Girvank FC sebagai juara, sekaligus memastikan mereka menyematkan bintang kedua di lambang klub setelah kembali mengangkat trofi.
Keberhasilan ini menegaskan konsistensi Girvank FC sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah Tunas Muda Cup. Namun demikian, kesuksesan turnamen tidak hanya soal siapa yang juara. Di balik itu, ada peran besar Karang Taruna Jaka Utama yang menjadi motor utama penyelenggaraan.
Tim Sepak Pojok 82 pun berkesempatan berbincang langsung dengan Ketua Karang Taruna, Toto Suandi, untuk mengulas kunci sukses turnamen ini.
Ketua Jadi Penentu Arah Turnamen
Sejak awal, Toto Suandi langsung mengambil peran strategis sebagai pengambil keputusan. Ia menetapkan arah turnamen, termasuk menyusun regulasi agar kompetisi berjalan adil dan menjunjung tinggi sportivitas.
Selain itu, ia juga aktif mengantisipasi berbagai risiko, mulai dari perizinan, faktor cuaca, hingga potensi konflik di lapangan.
“Dalam turnamen seperti ini, kami harus siap dengan berbagai kemungkinan. Yang penting, solusi harus cepat diambil,” ujarnya.
Koordinasi Solid Antar Divisi
Selanjutnya, Toto memastikan seluruh struktur panitia berjalan efektif. Ia membagi tugas secara jelas kepada setiap divisi, mulai dari seksi olahraga, dana usaha, hingga humas.
Tidak hanya itu, ia juga rutin melakukan monitoring melalui rapat evaluasi untuk memastikan setiap persiapan berjalan sesuai rencana.
Dengan demikian, seluruh kebutuhan turnamen—mulai dari lapangan, perangkat pertandingan, hingga logistik tim—dapat terpenuhi dengan baik.
Bangun Kemitraan dan Dukungan
Di sisi lain, Toto juga aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Ia berperan sebagai negosiator dalam menggandeng sponsor serta membangun dukungan dari tokoh masyarakat dan pengusaha lokal.
Selain itu, koordinasi dengan aparat keamanan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga dilakukan secara intensif untuk menjaga kondusivitas selama turnamen berlangsung.
Langkah ini terbukti efektif. Sepanjang Tunas Muda Cup 2026, pertandingan berjalan aman dan tertib.
Jaga Sportivitas dan Soliditas
Sebagai pemimpin, Toto juga mengambil peran penting sebagai mediator. Ia turun langsung ketika terjadi potensi konflik, memastikan setiap keputusan diambil secara objektif sesuai aturan.
Tidak hanya itu, ia juga terus memotivasi anggota Karang Taruna agar tetap solid meski menghadapi tekanan selama persiapan hingga pelaksanaan turnamen.
Menurutnya, kendala dalam organisasi adalah hal yang wajar. Namun, kecepatan dalam menyelesaikan masalah menjadi kunci utama keberhasilan.
Dari Turnamen Lokal ke Panggung Bakat
Lebih lanjut, Toto mengungkapkan visi besar di balik Tunas Muda Cup. Ia ingin menjadikan turnamen ini sebagai wadah lahirnya pemain-pemain berbakat.
Ke depan, pihaknya berencana mengundang pemandu bakat dari klub profesional maupun Askab PSSI untuk memantau pemain terbaik.
Dengan langkah tersebut, para pemain lokal memiliki peluang untuk menembus level yang lebih tinggi, bahkan hingga nasional.
Apresiasi untuk Panitia
Di balik suksesnya turnamen ini, Toto Suandi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Ketua Panitia, Bobit Hamas Kencana, beserta seluruh jajaran panitia yang telah mengorbankan waktu dan tenaga, bahkan di momen Idulfitri.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua Panitia Mas Bobit dan seluruh panitia yang sudah bekerja luar biasa. Mereka rela mengorbankan waktu di momen Idulfitri demi suksesnya turnamen ini,” ungkap Toto.
Menurutnya, dedikasi tersebut menjadi bukti nyata semangat gotong royong pemuda Desa Cikakak.
TMC 2027? Tunggu Kejutan
Ketika disinggung soal kelanjutan turnamen di tahun depan, Toto hanya memberikan jawaban santai.
Ia tersenyum dan bercanda soal kemungkinan menghadirkan sistem operator yang lebih profesional ke depan.
“Lihat saja nanti, mungkin ke depan kita pakai operator,” ujarnya sambil tertawa.
Pernyataan tersebut sekaligus memberi sinyal bahwa Tunas Muda Cup berpotensi terus berkembang menjadi turnamen yang lebih besar dan profesional.
