JAKARTA – Manajemen raksasa ibu kota, Persija Jakarta, langsung mengambil sikap tegas terkait rumor peluncuran turnamen pramusim paling bergengsi di tanah air. Presiden Klub Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa skuad Macan Kemayoran mengusung komitmen penuh untuk ikut serta memanaskan persaingan Piala Presiden 2026.
Sebagai catatan, promotor sepak bola nasional menjadwalkan turnamen legendaris ini bergulir kembali menjelang sepak mula kompetisi kasta tertinggi bertajuk Super League musim 2026/2027. Isu yang beredar kuat di kalangan media menyebutkan bahwa rangkaian pertandingan Piala Presiden edisi kali ini bakal bergulir mulai 28 Juli hingga 7 Agustus 2026 mendatang.
Prapanca menggaransi armada Monas bakal ambil bagian secara total guna mematangkan taktik tim. Namun, manajemen saat ini masih memantau perkembangan situasi dan menunggu rilis jadwal resmi dari pihak panitia penyelenggara.
“Kami sekarang masih menunggu kepastian terkait jadwal resmi kompetisi liga. Biasanya, setiap tahun kita selalu menyaksikan gelaran Piala Presiden. Namun, sejauh informasi yang saya terima, jadwal untuk musim ini memang mengalami perubahan,” ungkap Mohamad Prapanca saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (14/6/2026) hari ini.
“Kami tentu sudah menyerahkan komitmen tertulis untuk ikut berkontribusi dalam meramaikan Piala Presiden 2026. Walaupun panitia belum merilis jadwal secara pasti, kompetisi pramusim ini saya pastikan bakal tetap bergulir,” tambah pria berkacamata tersebut.
Menakar Format Baru dan Serbuan Tim Raksasa Asia Tenggara
Piala Presiden sendiri terkenal sering mengubah format kompetisi pada setiap edisi sejak pertama kali bergulir pada 2015 silam. Pada edisi 2024 kemarin, panitia hanya melibatkan 8 tim peserta. Angka tersebut menyusut menjadi 6 tim saja pada edisi 2025 lalu, yang mana saat itu pihak promotor mengundang dua klub luar negeri seperti Oxford United dan Port FC serta satu tim Indonesia All Star.
Untuk edisi Piala Presiden 2026, rumor yang berembus menyebutkan bahwa kompetisi bakal memakai format yang jauh lebih megah dengan melibatkan delapan tim kontestan. Menariknya, panitia kabarnya bakal memberikan porsi besar kepada tim undangan dari luar negeri. Jajaran klub elite Asia Tenggara seperti Port FC (Thailand), Lion City Sailors (Singapura), Johor Darul Ta’zim (Malaysia), hingga DPMM FC (Brunei Darussalam) konon bakal mendarat untuk menantang klub lokal.
Di sisi lain, Prapanca menyebut Persija Jakarta juga tengah menimbang beberapa opsi turnamen pramusim alternatif atau agenda laga uji coba mandiri. Namun, manajemen menyerahkan keputusan tersebut kepada tim pelatih. Pihaknya wajib menggelar diskusi mendalam terlebih dahulu bersama juru taktik anyar mereka, Shin Tae-yong.
“Mengenai seluruh kebutuhan pramusim dan pengaturan jadwal laga persahabatan, saya harus berbicara intensif dengan pelatih kepala. Kami perlu menyinkronkan kapan para pemain harus berkumpul kembali dan bagaimana rancangan programnya,” jelas Prapanca.
“Setelah mengantongi rekomendasi pelatih, baru manajemen bisa menilai opsi mana yang paling cocok dan menguntungkan dari sisi komersial untuk mengeksekusi kegiatan pramusim,” lanjutnya.
Panggung Ujian Perdana Shin Tae-yong dan Rekrutan Anyar
Satu hal yang pasti, turnamen Piala Presiden 2026 ini bakal menjelma sebagai ujian awal yang sangat berat bagi seorang Shin Tae-yong. Mantan arsitek taktik Timnas Indonesia tersebut baru saja menerima mandat resmi dan memperkenalkan diri secara terbuka kepada publik sebagai pelatih kepala anyar Persija Jakarta pada 8 Juni lalu.
Hingga pertengahan Juni ini, pergerakan manajemen Macan Kemayoran di lantai bursa transfer pemain memang masih terlihat senyap dan adem ayem. Namun, rumor internal mengklaim bahwa Persija Jakarta bergerak cepat di bawah radar dan sudah berhasil mengamankan tanda tangan mantan penyerang sayap andalan Borneo FC, Mariano Peralta, untuk mempertajam lini serang mereka musim depan.











