TANGERANG – Manajemen Persita Tangerang langsung mengambil langkah super ekstrem dalam menyambut masa pramusim menjelang kompetisi baru 2026/2027. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane tersebut resmi mengumumkan pelepasan 13 pemain mereka sekaligus. Langkah radikal ini menjadi bagian dari pembersihan besar-besaran demi mendongkrak performa tim musim depan.
Melansir dari laman resmi klub, Kamis (18/6/2026) hari ini, gerbong pemain yang angkat kaki dari Tangerang tersebut bernilai sangat besar. Manajemen mendepak empat pemain asing andalan serta sembilan pilar lokal secara bersamaan.
Pihak direksi menjelaskan bahwa keputusan mendepak 13 penggawa ini selaras dengan momentum berakhirnya masa kontrak kerja mereka. Para pemain tidak lagi menerima perpanjangan masa bakti bersama klub kebanggaan masyarakat Tangerang tersebut.
Sembilan nama pemain lokal yang harus mengemas koper mereka dari mes tim meliputi nama-nama besar. Mereka adalah Muhammad Toha, Andrean Benyamin, Ahmad Fahd, Badrian Ilham, Rafi Pamungkas, Jack Brown, Fairuz Ohorella, Cois Artomoro, serta Tegar Infantrie.
Empat Legiun Asing Ikut Angkat Koper dari Tangerang
Sektor pemain ekspatriat juga tidak luput dari evaluasi total manajemen Pendekar Cisadane. Empat legiun asing yang resmi terdepak adalah gelandang jangkar Bae Sin-yeong (Korea Selatan) dan penyerang Matheus Alves (Brasil). Manajemen juga memutus kerja sama dengan Dejan Racic (Montenegro) serta gelandang Ramon Bueno (Spanyol).
“Kami dari pihak manajemen klub menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas segala dedikasi dan keringat para pemain. Kami mendoakan kesuksesan terbaik untuk kelanjutan karier sepak bola mereka selanjutnya. Sekali Pendekar, tetap Pendekar!,” tulis manajemen dalam rilis penutupnya.
Carlos Pena Siap Berburu Amunisi Baru di Bursa Transfer
Keputusan cuci gudang ini menjadi sinyal kuat bahwa Persita Tangerang akan bergerak agresif pada bursa transfer musim panas. Arsitek taktik asal Spanyol, Carlos Pena, kini memegang kendali penuh untuk menyusun dan membangun kerangka tim yang baru.
Pada kompetisi musim 2025/2026 lalu, performa Pendekar Cisadane terbilang kurang memuaskan pembaca setia. Persita hanya mampu finis di peringkat 10 klasemen akhir lewat raihan 45 poin dari 34 laga.
“Langkah pembersihan skuad ini menjadi bagian krusial dari proses evaluasi total tim pelatih. Kami ingin membentuk kerangka baru Pendekar Cisadane demi menyongsong kick-off kompetisi pada September mendatang,” pungkas pernyataan resmi klub.












