SURABAYA – Suasana Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) mendadak mencekam usai duel pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 pada Jumat (30/10/2026) malam. Sebab, aksi protes tajam Bonek Persebaya Surabaya langsung meledak pasca Bajul Ijo ditahan imbang 1-1 oleh tim tamu Persijap Jepara.
Ribuan suporter setia memilih aksi bungkam total di tribune stadion tanpa menyanyikan yel-yel kebanggaan usai peluit akhir berbunyi.
Sebagian besar suporter langsung merapat ke area parkir bus tim guna menumpahkan kekecewaan mendalam atas performa Arief Catur dan kawan-kawan yang dinilai inkonsisten.
Kritik keras ini menyuarakan tuntutan evaluasi total terhadap jajaran pelatih serta manajemen klub kebanggaan warga Surabaya!
Ernando Ari Temui Suporter: Tuntut Identitas Permainan Khas Bajul Ijo
Pasalnya, kiper utama Ernando Ari berinisiatif mengajak seluruh pemain dan staf pelatih keluar menemui suporter di balik pagar pembatas. Perwakilan suporter menyampaikan aspirasi secara terbuka melalui pengeras suara bahwa kritik tersebut murni lahir dari rasa cinta mendalam.
Target tinggi juara yang dicanangkan manajemen dipertanyakan lantaran penampilan di lapangan hijau jauh dari ekspektasi.
Bonek melayangkan kritik tajam terhadap taktik pelatih Bernardo Tavares yang dinilai terlalu sering mengandalkan long ball alias umpan lambung.
Dengan demikian, suporter mendesak tim mengembalikan karakter permainan khas gameplay pendek satu-dua sentuhan yang penuh semangat ngeyel!
Francisco Rivera Minta Perjuangan Pemain Dihargai di Tengah Ketegangan
Di tengah dialog penuh emosi tersebut, gelandang asing kreatif Francisco Rivera turun tangan meredakan situasi panas di hadapan ratusan suporter. Selain itu, pemain asal Meksiko tersebut meminta pendukung setia memahami kerja keras skuad di atas lapangan hijau.
Manajemen dan jajaran pelatih dituntut segera berbenah cepat menatap ketatnya jadwal pertandingan lanjutan pekan depan.
Dukungan militan suporter selamanya mengalir demi mengawal kejayaan Bajul Ijo di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Konsistensi performa spartan menjadi harga mati bagi seluruh penggawa Persebaya demi membuktikan kapasitas sebagai tim kandidat juara!












