SEPAKPOJOK82.COM – Penampilan gemilang wonderkid Barcelona dan Timnas Spanyol, Lamine Yamal, terus mengundang decak kagum pencinta sepak bola dunia. Gaya bermainnya yang eksplosif dari sisi sayap kanan, ditambah kaki kiri yang magis serta statusnya sebagai lulusan akademi La Masia, membuat banyak pihak secara instan melabelinya sebagai “penerus” Lionel Messi.
Namun, gelombang perbandingan tersebut dinilai bisa menjadi bumerang yang membebani perkembangan pemain yang kini berusia 18 tahun itu. Salah satu sosok yang dengan tegas meminta publik menghentikan narasi “Messi baru” ini adalah mantan bomber andalan Barcelona, Luis Suarez.
Dua Karakter yang Berbeda
Luis Suarez, yang kini merumput bersama Inter Miami, menegaskan bahwa menyamakan Lamine Yamal dengan Lionel Messi tidak akan memberikan dampak positif bagi proses pertumbuhan sang pemain. Meskipun tidak menampik adanya beberapa kemiripan di atas lapangan, Suarez melihat keduanya memiliki karakteristik permainan yang berbeda.
Menurut penyerang gaek tersebut, publik seharusnya memberikan ruang bagi Yamal untuk mengukir cerita dan identitasnya sendiri tanpa harus memikul beban ekspektasi yang terlampau tinggi dari sejarah besar yang ditinggalkan Messi.
“Perbandingan itu tidak baik. Mereka pemain yang berbeda. Ya, mereka memiliki kaki kiri yang sama, mereka memiliki kualitas yang sama, tetapi mereka pemain yang benar-benar berbeda. Hasilnya berbicara sendiri, dan apa yang terus dicapai Leo di usianya. Mari kita berharap Lamine setidaknya mencapai level yang sama,” seru Suarez kepada Mundo Deportivo, dikutip dari Goal, Sabtu (27/6/2026).
Biarkan Berkembang Tanpa Tekanan
Suarez tidak meragukan bahwa Lamine Yamal memiliki potensi mentah yang luar biasa untuk menjadi salah satu pemain terbaik di masa depan. Ia pun berharap suatu saat nanti sang junior mampu meraih kesuksesan di level tertinggi seperti yang dicatatkan oleh Messi.
Akan tetapi, Suarez menekankan bahwa jalan menuju ke sana harus dilalui secara natural. Menekan pemain yang masih sangat muda dengan membandingkannya secara konstan dengan salah satu seniman sepak bola terbesar sepanjang sejarah dinilai hanya akan mengganggu fokus dan ketenangan Yamal dalam mengasah kemampuannya.













