JAKARTA – Pelatih kawakan Jose Mourinho menegaskan bahwa dirinya tidak memikul beban untuk langsung menjuarai Liga Champions pada periode keduanya melatih Los Blancos.
Pernyataan tegas tersebut keluar jelang laga pembuka fase grup melawan raksasa Italia, Inter Milan, pada Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Mourinho tercatat pernah menyumbang trofi LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol sewaktu menangani tim pada rentang 2010 sampai 2013.
Namun, kiprah Real Madrid di panggung Eropa saat itu selalu terhenti pada babak semifinal.
Meskipun demikian, pelatih berjuluk The Special One ini menolak anggapan publik yang menyebut dirinya masih memiliki utang janji trofi Eropa.
Mourinho Tegaskan Dua Periode yang Berbeda
Juru taktik asal Portugal tersebut menilai situasi tim saat ini sudah sangat jauh berbeda dibanding kedatangan pertamanya belasan tahun lalu.
Mourinho merasa sudah memberikan seluruh kemampuan terbaiknya selama bertugas di Santiago Bernabeu pada masa lalu.
“Ketika saya pergi pada 2013, kami memenangi apa yang bisa dimenangi dan kami sudah memberikan segalanya,” ujar Jose Mourinho.
Ia menambahkan bahwa fokus utamanya saat ini murni untuk membangun masa depan tim, bukan terbayang-bayang catatan sejarah.
Pihak manajemen klub pun tetap memberikan kepercayaan penuh kepada sang pelatih untuk meracik strategi terbaiknya.
Ujian Perdana Menghadapi Sang Juara Bertahan
Langkah awal Jose Mourinho bersama Real Madrid di pentas Eropa musim ini langsung mendapat tantangan dari lawan berat.
El Real harus berhadapan dengan juara bertahan Serie A, Inter Milan, yang juga memiliki ikatan emosional kuat dengan Mourinho.
Pertandingan ini bakal menjadi ajang pembuktian kualitas skema taktik baru racikan sang manajer di hadapan publik sendiri.
Mourinho menginstruksikan para pemainnya agar tampil disiplin demi mengamankan tiga poin penuh pada laga perdana.
Dukungan penuh dari para suporter di Santiago Bernabeu siap membakar semangat bertanding para pemain Los Blancos.
