JAKARTA – Hukuman telak di dalam dan luar lapangan harus diterima Bali United. Setelah tumbang dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-20 dan kembali kalah dari Persija Jakarta di pekan ke-21 Super League 2025/2026, klub berjuluk Serdadu Tridatu itu kini disanksi berat oleh Komisi Disiplin PSSI.
Tak hanya terperosok ke papan bawah klasemen, Bali United juga harus menerima dua hukuman sekaligus akibat ulah suporternya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Dua Laga Kandang Tanpa Penonton
Berdasarkan hasil sidang terbaru Komdis PSSI, Bali United dijatuhi sanksi menggelar dua pertandingan kandang tanpa kehadiran penonton.
Dua laga tersebut adalah:
-
Kontra Persijap Jepara, Sabtu (28/2/2026)
-
Menghadapi PSBS Biak, 6 April 2026
Sanksi ini dijatuhkan akibat insiden pelemparan kursi dari tribune ke dalam lapangan saat pertandingan berlangsung.
Dalam amar putusannya, Komdis PSSI menyebut hukuman diberikan karena adanya tindakan pelemparan kursi dan benda ke area pertandingan yang membahayakan jalannya laga.
Denda Fantastis Rp380 Juta
Tak berhenti di situ, Bali United juga dikenai denda akumulatif sebesar Rp380 juta — jumlah terbesar sepanjang sejarah klub.
Rinciannya:
-
Rp60 juta akibat dua flare yang dinyalakan suporter saat laga melawan Persebaya (7/2/2026).
-
Rp320 juta akibat 15 flare, kembang api, pelemparan botol air minum kemasan, serta kursi ke lapangan saat menghadapi Persija (15/2/2026).
Insiden saat melawan Persija bahkan memaksa wasit Rio Permana Putra menghentikan pertandingan sementara waktu karena asap flare mengganggu jarak pandang dan berpotensi membahayakan pemain.
Setelah kondisi dinilai aman dan asap menghilang, pertandingan akhirnya dilanjutkan.
Pelanggaran Kode Disiplin PSSI 2023
Komdis PSSI menegaskan Bali United melanggar Lampiran I Kode Disiplin PSSI 2023 terkait tanggung jawab klub terhadap perilaku suporter.
Ini bukan kali pertama Serdadu Tridatu tersandung kasus serupa. Pada November 2025, Bali United juga menerima sanksi akibat insiden flare saat laga kontra Persib Bandung. Dalam kasus tersebut, sanksi juga dijatuhkan kepada Persib karena ulah suporternya.
Manajemen Angkat Bicara
Manajemen Bali United merespons cepat putusan ini. Melalui akun resmi klub, mereka berharap kejadian serupa tak kembali terulang.
Klub mengajak seluruh suporter menjaga kondusivitas dan mendukung tim secara positif agar tidak lagi merugikan tim, baik secara finansial maupun teknis.
Sanksi ini menjadi alarm keras bagi Bali United. Di tengah performa yang belum stabil di Super League 2025/2026, hukuman tanpa penonton jelas menjadi pukulan tambahan dalam upaya bangkit dari papan bawah klasemen.













