JAKARTA – Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan vonis hukuman berat kepada Persija Jakarta menyusul kerusuhan suporter saat bentrok melawan Persita Tangerang. Sebab, penetapan sanksi Komdis PSSI Persija Jakarta tersebut dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, pada Rabu (21/10/2026).
Macan Kemayoran terhindar dari sanksi pengurangan poin, namun wajib membayar total denda fantastis senilai Rp90 juta.
Pihak Komdis PSSI juga melarang kehadiran pendukung setia The Jakmania pada seluruh laga tandang (away) selama setengah musim kompetisi.
Keputusan tegas ini diambil usai sidang alot selama dua hari berturut-turut untuk merespons insiden di Banten International Stadium!
Denda Akibat Flare dan Petasan: Hukuman Larangan Away Berlaku Enam Laga
Pasalnya, Komdis PSSI membagi sanksi finansial Persija ke dalam dua poin pelanggaran disiplin terpisah. Denda pertama senilai Rp30 juta menyasar insiden keributan suporter di tribun penonton saat jeda babak pertama.
Sementara denda tambahan senilai Rp60 juta melayang akibat aksi pelemparan satu flare serta penyalaan petasan sebanyak tiga kali.
Ferry Paulus menegaskan bahwa larangan mendampingi tim secara langsung mencakup enam pertandingan tandang di kasta tertinggi Super League.
Dengan demikian, manajemen Macan Kemayoran wajib menanggung total denda Rp90 juta akibat ulah tidak tertib oknum suporter!
Kericuhan Tunda Laga 31 Menit dan Rusak Citra Kompetisi
Ulah tidak suportif oknum penonton membuat wasit terpaksa menunda kick-off babak kedua hingga 31 menit akibat situasi keamanan yang tidak kondusif. Selain itu, aksi anarkis tersebut memperpanjang catatan kelam sepak bola nasional setelah insiden pelemparan bus tim EPA Persib U-18 pekan lalu.
Persija sendiri harus menerima kekalahan dramatis 2-3 dari Persita akibat gol terlambat pada masa injury time menit ke-90+5.
Ketegasan federasi menjatuhkan vonis berat menjadi momentum evaluasi total bagi seluruh elemen suporter klub ibu kota.
Kedisiplinan serta kesadaran hukum pendukung menjadi syarat mutlak untuk menciptakan atmosfer kompetisi yang aman bagi industri sepak bola tanah air!












