Kasus Rasialis ke Shin Tae-yong! Dirtek Java United Kena Skors Berat

  • Bagikan
Java United. - Foto : Ist

JAKARTA – Komite Disiplin PSSI resmi menjatuhkan hukuman finansial super berat kepada manajemen serta pilar Java United. Maka dari itu, ulasan sanksi Komdis PSSI Java United Persija langsung menyita perhatian publik usai total nilai denda menembus angka fantastis Rp760 juta pada akhir September 2026.

Keputusan tegas ini lahir buntut kericuhan serta aksi diskriminasi saat laga pekan ketiga Super League 2026/2027.

banner 336x280

Direktur Teknik Java United Achmad Resal Octavian menjadi sosok yang menerima vonis paling fatal dari otoritas kedisiplinan.

Komdis PSSI menghukum sang direktur akibat tindakan diskriminatif terhadap juru taktik Persija Jakarta Shin Tae-yong!

Baca Juga  Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Lionel Scaloni Minta Publik Lupakan Perang Malvinas!

Rincian Hukuman Berat Dirtek dan Duo Sayuri

Pasalnya, Achmad Resal Octavian terbukti melakukan pelanggaran berat yang mencederai nilai sportivitas di pinggir lapangan. Komdis PSSI menjatuhkan denda perorangan sebesar Rp500 juta, skorsing 10 pertandingan, plus larangan memasuki area stadion.

Dua pilar tim Yakob Sayuri dan Yance Sayuri turut mengantongi hukuman larangan bertanding dalam 4 laga.

Otoritas juga mengharuskan Duo Sayuri membayar denda masing-masing sebesar Rp50 juta.

Dengan demikian, pelatih kepala Fabio Lefundes beserta deretan staf/agen juga tidak luput dari jeratan sanksi tegas!

Baca Juga  Perang Bursa Transfer Panas! Aston Villa dan Manchester United Rebutan Bintang AC Milan

Preseden Buruk Kompetisi dan Komitmen Ketegasan PSSI

Hukuman masif ini menjadi rekor sanksi terberat sepanjang perjalanan kompetisi kasta tertinggi musim ini. Selain itu, akumulasi denda seluruh personel Java United resmi menyentuh angka spektakuler Rp760 juta.

Aksi rasialis maupun diskriminasi bentuk apa pun mendapat penolakan keras di panggung sepak bola nasional.

Langkah drastis Komdis PSSI mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh kontestan agar menjaga etika profesionalisme.

Manajemen klub wajib membenahi kedisiplinan internal demi mencegah terulangnya insiden kelam serupa di masa depan!

  • Bagikan