Blunder Ferry Paulus? Sebut Kegagalan Persib dan Dewa United Bikin Ranking Liga Indonesia Anjlok

  • Bagikan
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus. - Foto : Ist

JAKARTA – Publik sepak bola nasional memperdebatkan apakah ucapan Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, termasuk pernyataan blunder atau bukan. Oleh karena itu, kritik pedas meluncur usai Ferry terang-terangan menyoroti kegagalan Persib Bandung dan Dewa United pada kompetisi antarklub Asia.

Pernyataan tersebut mencetuskan polemik lantaran mengambinghitamkan hasil minor kedua klub atas anjloknya posisi ranking liga Indonesia kompetisi Asia.

banner 336x280

Selanjutnya, ranking liga Indonesia kompetisi Asia yang sempat berada pada urutan 15 kini meluncur bebas ke peringkat 20 Asia.

Ferry Paulus menilai kegagalan Persib dan Dewa United menembus semifinal menjadi pemicu utama merosotnya koefisien liga domestik!

Baca Juga  Hasil BRI Super League 2025/2026: Arema FC Ditahan Malut United 1-1, Dewa United Tundukkan PSIM Jogja

Pernyataan Kontroversial Ferry Paulus dan Respon Publik Sepak Bola

Pasalnya, Persib Bandung terhenti pada babak ACL 2, sedangkan Dewa United juga gagal melangkah ke babak empat besar. Ferry menganggap hasil tersebut sebagai “kecelakaan” yang merusak momentum kenaikan peringkat kompetisi sepak bola Indonesia.

Banyak kalangan mengkritik balik pernyataan tersebut karena mengabaikan evaluasi sistemik kompetisi dan jadwal ketat dari operator liga.

“Kita sebenarnya sempat berada di peringkat 15, tetapi kegagalan Persib dan Dewa United membuat kita jatuh lagi ke peringkat 20,” ujar Ferry Paulus.

Dengan demikian, silang pendapat mengenai tanggung jawab koefisien liga semakin memanaskan ruang publik!

Baca Juga  Tatap Super League Musim Depan, Manajemen PSS Sleman Siap Jor-joran Belanja Pemain!

Ancaman Kuota Klub Indonesia di Panggung Internasional

Penurunan peringkat ke posisi 20 Asia membawa konsekuensi buruk bagi jatah klub Indonesia pada musim-musim mendatang. Selain itu, peringkat yang terus merosot mengancam kelangsungan wakil tanah air untuk bersaing di kasta teratas AFC.

Operator liga mendesak seluruh klub kontestan agar meningkatkan kualitas kedalaman skuad demi berbicara banyak di level regional.

Persiapan fisik dan taktik yang matang menjadi syarat mutlak untuk mendulang poin koefisien Asia secara konsisten.

Hasilnya, publik kini menantikan langkah konkrit I.League dalam membenahi kualitas kompetisi ketimbang saling melempar kesalahan!

  • Bagikan