Pertahankan Ze Valente dan Kuartet Impor, PSIM Yogyakarta Racik Skuad Maut!

  • Bagikan
Gelandang PSIM Yogyakarta, Ze Valente saat beradu kuat dengan pemain Persib pada lanjutan Super League pekan ketiga 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8/2025). (Instagram)

YOGYAKARTA – Manajemen PSIM Yogyakarta mengambil langkah strategis menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Laskar Mataram resmi mempertahankan empat pemain asing andalan mereka musim lalu.

Keempat legiun asing tersebut adalah Ze Valente, Ezequiel Vidal, Yusaku Yamadera, dan Jop van der Avert. Kuartet maut ini siap kembali mengawal perjuangan PSIM Yogyakarta di kasta tertinggi.

banner 336x280

Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, mengonfirmasi kabar gembira ini pada Rabu (22/7/2026). Iksan menegaskan pentingnya menjaga stabilitas susunan pemain mancanegara di dalam skuad.

“Manajemen dan tim pelatih sepakat melanjutkan kerja sama dengan empat pemain asing,” tegas Iksan.

Baca Juga  Persib Bandung Jalani Tiga Laga Krusial Maret 2026: Away ke Persebaya, Jamu Persik, Tandang ke Borneo FC

Harmoni Lini Serang dan Pertahanan, PSIM Yogyakarta Targetkan Prestasi Tertinggi

Konsistensi kerangka skuad menjadi kunci utama demi mewujudkan target besar tim musim depan. Manajemen menilai keempat pemain tersebut memberikan sumbangsih sangat masif sepanjang musim lalu.

Perpaduan lini belakang yang tangguh serta motor serangan tajam memperkuat fondasi Laskar Mataram. Manajemen sangat optimistis kehadiran kuartet asing ini terus menyuguhkan performa memukau.

“Empat pemain ini menjadi modal besar tim untuk meraih prestasi lebih baik,” tambah Iksan.

Keberadaan mereka menjadi aset krusial bagi tim pelatih dalam meramu taktik maut di lapangan.

Baca Juga  Persijap Jepara Pasang Manuver Berani, Siap Tikung Persebaya demi Joao Tavares

Bawa Pengalaman Eropa dan Asia, Bintang Asing Wajib Jadi Panutan Pemain Lokal

Manajemen menaruh harapan besar terhadap lonjakan performa para penggawa internasional ini. Mereka wajib menciptakan perbedaan nyata saat bertanding maupun di luar arena.

Manajemen tidak hanya mengukur kontribusi pemain impor dari sisi teknis semata. Sikap dan profesionalisme sehari-hari menjadi poin penting penilain tim.

“Mereka harus menjadi teladan positif bagi para pemain lokal,” pungkas Iksan dengan mantap.

Kini, suporter setia siap menyaksikan aksi garang PSIM Yogyakarta menguncang panggung Super League!

  • Bagikan